Fleetwood, yang kini berusia 34 tahun dikenal sebagai sebagai atlet gol yang menyandang predikat nyaris juara. Julukan yang diberikan lantaran beberapa kali gagal mempertahankan keunggulan di turnamen besar.
Namun, kali ini ia berhasil menuntaskan misi dengan catatan tiga pukulan lebih baik dari pesaing terdekat.
Memulai ronde terakhir dengan skor sejajar bersama Patrick Cantlay, Fleetwood tampil konsisten di East Lake. Birdie pada hole enam dan tujuh menjadi sinyal kebangkitannya. Meski sempat kehilangan momentum dengan bogey di hole 10.
Namun ia akhirnya kembali membuka jarak lewat birdie di hole 12 dan 13. Meski mencatat bogey di hole 15, para pesaing tak mampu memberi tekanan berarti. Cantlay gagal mencetak eagle di hole terakhir.
Catatan ini memastikan kemenangan tiga pukulan untuk Fleetwood yang menutup ronde dengan skor 68. Atas capaian itu, Fleetwood mengaku lega bisa mengakhiri paceklik gelar di PGA Tour.
“Ketika Anda sudah terlalu sering gagal, unggul tiga pukulan di hole terakhir terasa tidak cukup aman,” ujarnya.
“Dukungan dari para penggemar sangat luar biasa. Saya sangat beruntung, dan berharap semua orang tahu betapa bersyukurnya saya.”
Fleetwood menambahkan bahwa gelar ini sudah lama menghantui pikirannya.
“Rasanya seperti saya sudah lama menjadi pemenang di PGA Tour, hanya saja belum resmi tercatat. Ada banyak momen sulit, tetapi dukungan dari orang-orang membuat saya mampu bertahan.”
Sementara itu Cantlay dan Russell Henley harus puas berbagi posisi kedua. Sementara itu, peringkat satu dunia sekaligus pemimpin FedEx Cup sepanjang musim, Scottie Scheffler, finis di posisi keempat bersama Corey Conners dan Cameron Young. (*)
Editor : Niklaas Andries