Nerazzurri mengakhiri musim lalu tanpa satu trofi pun. Kini di bawah kendali pelatih baru Cristian Chivu, Inter bertekad mengawali musim dengan langkah positif. Harapan itu muncul setelah musim lalu menjadi pengalaman pahit bagi Inter.
Mereka tersingkir di semifinal Coppa Italia oleh AC Milan. Kemudian kehilangan scudetto dari Napoli hanya dengan selisih satu poin. Lalu kalah di final Liga Champions dari Paris Saint-Germain.
KOndisi tersebut membuat Simone Inzaghi mundur dari kursi pelatih. Setelah gagal mendatangkan Cesc Fabregas maupun Patrick Vieira, manajemen menunjuk Cristian Chivu yang notabene merupakan anggota tim yang meraih treble 2010 dan eks pelatih Parma menjadi pelatih anyar.
Meski minim pengalaman, Chivu mendapat kesempatan menjadikan Piala Dunia Antarklub musim panas lalu sebagai percobaan kualitasnya. Inter lolos fase grup tanpa kekalahan.
Hanya saja mereka tersingkir di babak 16 besar dari Fluminense. Usai rehat, mereka melanjutkan pramusim singkat dengan tiga kemenangan beruntun.
Inter kini menghadapi lawan favorit yakni dengan catatan kemenangan 11 kali dari 12 pertemuan terakhir dengan Torino di Serie A. Catatan itu termasuk enam laga terakhir dengan agregat 12-2. Torino terakhir kali menang atas Inter di liga terjadi pada awal 2019.
Sementara catatan tandang ke San Siro lebih menyedihkan yakni18 laga beruntun tanpa kemenangan melawan Inter maupun Milan.
Inter masih akan mengandalkan kerangka tim lama, meski Hakan Calhanoglu harus absen karena skorsing. Rekrutan baru seperti Luiz Henrique, Ange-Yoan Bonny, Andy Diouf, dan Petar Sucic siap memberi kesegaran pada skuad.
Yann Sommer tetap berdiri di bawah mistar, sementara Lautaro Martinez kembali berduet dengan Marcus Thuram, yang memiliki rekor empat gol liga melawan Torino termasuk hat-trick pertamanya.
Torino sendiri menutup musim lalu dengan hasil mengecewakan. Mereka hanya mendulang sekali menang dalam sembilan laga terakhir. Bahkan tim asal Turin itugagal menembus papan atas.
Paolo Vanoli kemudian digantikan Marco Baroni. Meski mendatangkan Giovanni Simeone untuk memperkuat lini depan, mereka kehilangan gelandang kunci seperti Samuele Ricci yang hijrah ke Milan.
Usai kalah dua kali beruntun di pramusim, Torino membuka musim resmi dengan kemenangan 1-0 atas Modena di Coppa Italia lewat gol Nikola Vlasic. Namun jadwal berat menanti termasuk melawan Inter, Fiorentina, Roma, dan Atalanta di awal musim Serie A.
Torino datang ke San Siro dengan opsi lini depan yang lebih bervariasi. Che Adams, top skor musim lalu dengan sembilan gol, kini ditemani Giovanni Simeone serta Duvan Zapata yang sudah pulih cedera.
Namun, mereka masih tanpa Perr Schuurs dan Ardian Ismajli. Sementara itu, Franco Israel diproyeksikan sebagai kiper utama menggantikan Vanja Milinkovic-Savic.
Performa Terkini
Inter (pramusim): Menang-Menang-Menang
Torino (semua kompetisi): Menang
Susunan Pemain:
Baca Juga: Jangan Sepelekan! Mimpi Ular Hitam Bisa Jadi Isyarat Gaib Menurut Kepercayaan Jawa
Inter Milan (3-5-2): Sommer; Pavard, Acerbi, Bastoni; Dumfries, Barella, Sucic, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Martinez.
Torino (4-2-3-1): Israel; Pedersen, Coco, Maripan, Biraghi; Anjorin, Casadei; Ngonge, Vlasic, Aboukhlal; Adams.
Prediksi Skor: Inter Milan 2-0 Torino
Meski ditangani pelatih debutan, Inter tetap dihuni para pemain berpengalaman yang mampu menjaga dominasi. Bermain di San Siro, Nerazzurri diprediksi terlalu kuat bagi Torino yang punya rekor buruk di markas Inter. (*)
Editor : Niklaas Andries