RADARBANYUWANGI.ID - Gelora kemerdekaan pada HUT ke-80 RI terasa berbeda di Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.
Warga kampung di kaki Gunung Raung itu, menggelar lomba sepak bola wanita yang diikuti warga antar rukun tetangga (RT), Jumat (22/8).
Ada 12 tim yang ikut dalam keseruan turnamen tersebut. Seluruh peserta perempuan asal dusun paling dekat dengan Gunung Raung itu.
“Pesertanya ibu-ibu, ada juga yang masih usia sekolah. Kami kemas satu tim isinya tujuh pemain,” kata Kepala Dusun (Kadus) Krajan, Desa Jambewangi, Agung Tricahyono.
Lomba yang digelar sejak awal Agustus ini, tanpa disangka menarik perhatian banyak warga.
Setiap hari, puluhan hingga ratusan penonton datang untuk menonton lomba di lapangan berukuran 20 meter kali 40 meter tersebut.
“Animonya luar biasa, lebih ramai dari pertandingan yang laki-laki,” terangnya.
Dalam pertandingan itu, tak jarang jeritan dan gelak tawa pemain saat kesulitan menendang bola menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton.
Apalagi, lapangan yang digunakan bukan lapangan berstandar FIFA dengan kualitas rumput yang mumpuni.
“Itu yang membuat menarik, makanya di final ini pertandingan perempuan kita pasang terakhir,” cetusnya.
Agung menyebut, lomba ini digelar tanpa tujuan khusus. Panitia hanya ingin menggelar lomba yang berbeda dengan daerah lain untuk memeriahkan HUT ke-80 RI.
“Semula hanya ingin meramaikan saja, belum banyak yang menggelar ini, kemudian kok ramai, dan banyak yang menonton,” tandasnya.
Menurut Agung, gelaran tersebut juga untuk mengenalkan sepakbola wanita di kampung-kampung.
Itu, selaras dengan semangat pemerintah, dalam hal ini Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang tengah didesak untuk menyediakan bibit pesepakbola wanita terbaik.
“Ini juga bisa dijadikan ajang mengenalkan olahraga ini di kampung, selama ini kan identik dengan laki-laki saja,” cetusnya.
Untuk apresiasi, lanjut dia, panitia menyiapkan hadiah berupa trofi dan tabanas jutaan rupiah.
Meski tidak besar, diharapkan jadi penyemangat warga. “Hadiahnya tidak besar, tapi bisa dibuat peserta makan-makan atau selamatan,” katanya seraya tertawa.
Editor : Agung Sedana