RADARBANYUWANGI.ID – PSIM Yogyakarta kendatangan tamu berstatus juara Liga 1 2024-2025 yang tengah terluka, Persib Bandung. Maung Bandung baru saja menderita kekalahan perdana di pentas Super League di markas Persijap Jepara di pekan ke-2.
Kini mereka menyambangi Stadion Sultan Agung Bantul, yang merupakan markas Laskar Mataram di pekan ke 3 Super League. Pertemuan keduanya dijadwalkan akan berlangsung pada Minggu (24/8) sore.
Menarik disimak, Ini akan menjadi pertemuan pertama kedua tim setelah hampir 20 tahun tak bersua di kompetisi resmi. Terakhir kali kedua tim bertemu pada 2006 silam saat keduanya masih sama-sama tampil di kasta tertinggi.
Dimana dalam laga tersebut berkesudahan dengan skor 2-0 untuk Persib Bandung. Dan di laga berikutnya berakhir imbang 1-1. Usai laga tersebut, baik Persib maupun PSIM tidak pernah bertemu. Ini disebabkan Laskar Mataram yang harus turun kasta.
Dan musim ini PSIM baru berkesempatan kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola nasional. Sementara itu Persib terus tampil di kasta tertinggi dan bahkan sukses menjadi juara back to back dalam dua musim terakhir.
Meski berstatus sebagai juara bertahan, Persib justru untuk sementara berada di bawah PSIM di klasemen Super League 2025-2026. PSIM meraih hasil cukup positif dalam dua laga pertamanya di kasta tertinggi dengan duduk di posisi keenam sementara.
Tim berjuluk Laskar Mataram itu mengoleksi total empat poin dari hasil dari satu kemenangan dan sekali imbang. Mereka memulai musim dengan cukup apik. Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel melihat masih banyak hal yang bisa diperbaiki dari skuat asuhannya.
“Memang sejak pra musim, masalah pada sepertiga terakhir jadi kendala. Kita akan perbaiki dari pertandingan ke pertandingan. Tapi positifnya di laga kali ini adalah anak-anak bisa bikin banyak peluang dan masuk di sepertiga terakhir. Masalah penyelesaian akhir masih harus dibenahi,” jelas Van Gastel.
Di sisi lain, Persib berharap laga pekan ketiga ini bisa menjadi momentum untuk bangkit setelah menelan kekalahan dari tim promosi lainnya, Persijap Jepara pada pekan kedua.
Bongkar pasang pemain membuat Pangeran Biru itu masih belum menemukan chemistry antarpemain. Pelatih Persib, Bojan Hodak, melihat bahwa anak asuhnya masih membutuhkan waktu untuk mencapai kekompakan yang harmonis.
"Kami mengganti banyak pemain dari musim lalu, kami mengganti 14 pemain dan mereka masih butuh waktu untuk mengerti satu sama lain,” terang Bojan Hodak.
Dari pertemuan PSIM vs Persib di pekan ke-3 Super League menghadirkan sejumlah catatan menatik. Dianataranya ini akan menjadi pertemuan bersejarah khususnya bagi tuan rumah.
Pertandingan pekan ketiga Super League akan mencatatkan sejarah baru buat PSIM Yogyakarta dan Persib Bandung. Ini menjadi pertemuan pertama buat kedua tim di era Super League.
Selain itu bagi PSIM ini merupakan laga kandang kedua yang akan dilakoni musim ini. Laskar Mataram punya modal kepercayaan diri karena terkenal jago kandang.
PSIM belum pernah kalah dalam enam laga kandang terakhir dengan perincian lima menang dan sekali imbang. Terakhir kali PSIM keok di kandang terjadi saat menyerah 1-2 dari Bhayangkara FC pada 19 Desember 2024.
Sementara itu di pekan ketiga ini menjadi laga tandang kedua buat Persib musim ini. Pada pertandingan tandang sebelumnya, Persib menelan kekalahan 1-2 dari Persijap Jepara.
Persib sedang mengalami catatan buruk bermain di kandang lawan karena belum pernah menang dalam empat laga tandang terakhir.
Persib terakhir kali membawa pulang poin penuh dari kandang lawan saat mengalahkan Semen Padang FC 4-1 pada 10 Maret 2025. (*)
Head to head PSIM Yogyakarta vs Persib Bandung:
5-2-2006 - PSIM Yogyakarta 0-2 Persib Bandung
2-5-2006 - Persib Bandung 1-1 PSIM Yogyakarta
Editor : Niklaas Andries