RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, terus mencuri perhatian di kancah balap motor internasional.
Pada musim 2025, ia tampil sangat kompetitif di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup (RBRC), kompetisi pembibitan resmi yang menjadi bagian dari program Road to MotoGP.
Prestasi Cemerlang Veda Ega Pratama di Musim 2025
Hingga seri Austria di Red Bull Ring (15–17 Agustus 2025), Veda menorehkan catatan impresif yakni 6 podium, termasuk 3 kemenangan dan 2 pole position.
Perolehan sementaranya mencapai 170 poin, hanya tertinggal 21 poin dari pemuncak klasemen, Brian Uriarte yang mengantongi 191 poin.
Dengan seri terakhir di Misano, Italia (13–14 September 2025) yang menyajikan dua balapan sekaligus, peluang Veda untuk merebut gelar juara masih terbuka.
Setiap balapan bernilai maksimal 25 poin, sehingga masih ada 50 poin yang bisa diperebutkan.
Skenario Menuju Gelar Juara
Agar keluar sebagai juara RBRC 2025, Veda harus memenangi dua balapan di Misano.
Namun itu saja belum cukup, karena rival utamanya, Brian Uriarte, harus finis di posisi jauh di belakang.
Jika skenario ini terjadi, Veda berpotensi menyalip Uriarte dan meraih gelar prestisius tersebut.
Jejak Karier Veda: Dari Gunung Kidul Menuju Eropa
Nama Veda bukanlah pendatang baru.
Ia telah membuktikan konsistensi sejak awal kariernya Juara Asia Talent Cup 2023,
Kemudian, promosi ke RBRC 2024 dan finis di posisi ke-8 klasemen akhir.
Di musim keduanya pada 2025, Veda tampil lebih matang dengan kemenangan bersejarah di Mugello, Italia.
Selain di RBRC, Veda juga tampil di JuniorGP, yang semakin memperkuat jalannya menuju MotoGP.
Persaingan Sengit dengan Brian Uriarte
Musim ini, persaingan antara Veda dan Brian Uriarte berlangsung sangat ketat.
Di Austria, Veda dua kali finis runner-up setelah bertarung sengit hingga lap terakhir, namun selalu disalip Uriarte menjelang garis finis.
Uriarte menunjukkan ketangguhan dengan kemenangan di dua balapan Austria, sementara Veda mengandalkan konsistensi podium.
Pertarungan keduanya di Misano pun diyakini bakal menjadi penentu siapa yang keluar sebagai juara 2025.
Tentang Red Bull Rookies Cup
RBRC merupakan kompetisi ‘one-make’ dengan motor KTM 250GP yang telah melahirkan banyak bintang dunia.
Ajang ini berdiri sejajar dengan Asia Talent Cup, British Talent Cup, Northern Talent Cup, dan JuniorGP.
Sejak 2007, RBRC dikenal sebagai gerbang menuju MotoGP.
Beberapa alumninya kini bersinar di kelas utama, seperti Johann Zarco, Jorge Martin, hingga Pedro Acosta.
Daftar Juara Red Bull Rookies Cup
- 2007: Johann Zarco (Prancis)
- 2008: JD Beach (AS)
- 2009: Jakub Kornfeil (Ceko)
- 2010: Jake Gagne (AS)
- 2011: Lorenzo Baldassarri (Italia)
- 2012: Florian Alt (Jerman)
- 2013: Karel Hanika (Ceko)
- 2014: Jorge Martin (Spanyol)
- 2015: Bo Bendsneyder (Belanda)
- 2016: Ayumu Sasaki (Jepang)
- 2017: Kazuki Masaki (Jepang)
- 2018: Can Oncu (Turki)
- 2019: Carlos Tatay (Spanyol)
- 2020: Pedro Acosta (Spanyol)
- 2021: David Alonso (Spanyol)
- 2022: Jose Antonio Rueda (Spanyol)
- 2023: Angel Piqueras (Spanyol)
- 2024: Alvaro Carpe (Spanyol)
Baca Juga: Ribuan Siswa SMAN 1 Glagah Nikmati Makan Bergizi Gratis, Program Unggulan Presiden Prabowo
Harapan untuk Indonesia
Veda Ega Pratama mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang memenangkan balapan RBRC, tepatnya di Mugello.
Prestasi ini menempatkannya sejajar dengan pembalap Asia lain yang lebih dulu menorehkan nama, seperti Ayumu Sasaki dan Bo Bendsneyder.
Kini, Veda berpeluang memperluas sejarah tersebut dengan merebut gelar juara umum RBRC 2025.
Jika berhasil, ia akan menjadi simbol kebangkitan Indonesia di ajang balap motor dunia.
Editor : Lugas Rumpakaadi