RADARBANYUWANGI.ID - Diogo Jota hadir kembali di Stadion Anfield, dinihari tadi (16/8/25).
Kehadirannya membakar semangat para pemain Liverpool saat menghajar tamunya Bournemouth pada laga pembukaan Premier League (Liga Utama Inggris) musim 2025-2026.
Jota yang meninggal bersama adiknya Andre Silva karena kecelakaan mobil di Provinsi Zamora, Spanyol, Kamis (03/7/25) silam tidak hadir dalam bentuk fisik, melainkan semangat yang membuat atmosfir markas The Reds bergemuruh sepanjang pertandingan.
Pendukung Liverpool yang memenuhi seluruh kursi stadion terus membentangkan jersey nomor 20 dengan tulisan Jota dan berbagai atribut lain yang khusus dipersembahkan untuk almarhum penyerang kesayangan suporter itu.
Mereka juga terus menyanyikan chant ikonik yang diciptakan khusus sebagai penghormatan dan kecintaannya terhadap Jota.
Pemain Eropa itu berhasil mencuri hati para pendukung Liverpool dengan bermainnya yang cepat dan cerdik di depan gawang lawan.
Suasana Anfield pun membuat merinding. Para pemain terbakar motivasinya untuk memberikan persembahan terindah buat Jota yang meninggal dalam usia 28 tahun.
Walhasil, anak asuh pelatih Arne Slot berhasil membungkam Bournemouth dengan skor telak 4-2.
Pemain rekrutan baru Liverpool Hugo Ekitike yang menciptkan gol pertama pada menit ke-36 langsung berlari ke arah penonton.
Pemain yang dibeli dengan banderol 80 juta euro (kisaran Rp 1,5 T) itu berselebrasi dengan menunjukkan dua jari tangan kanan dan 0 di jari kirinya.
Tak lama kemudian dua telapak tangannya dikatupkan di depan dada seperti orang menyembah, menirukan selebrasi yang biasa dilakukan Jota seusai mencetak gol. Selebrasi yang sama juga dilakukan oleh Cody Gakpo.
Setelah mencetak gol kedua Liverpool pada menit ke-48, pemain timnas Belanda itu langsung melakukan selebrasi persis yang dilakukan Ekitike.
Antoine Semenyo berhasil menyamakan kedudukan lewat dua golnya masing-masing pada menit ke-64 dan ke-76.
Tapi Liverpool berhasil membalikkan keadaan dengan dua gol yang diceploskan oleh Federico Chiesa menit ke-87 dan Mohamed Salah menit ke-94.
Setelah pertandingan berakhir, pelatih Arne Slot dan para pemain Liverpool berjalan keliling lapangan sambil bertepuk tangan mengikuti chant khusus Jota yang terus dikoorkan fans Liverpool.
Ketika semua kawan-kawannya masuk kamar ganti, tinggal Salah seorang yang tertinggal di lapangan.
Pemain yang dijuluki The Egyptian King (Raja Mesir) oleh pencinta Liverpool itu masih berdiri mematung. Salah tampak emosional.
Dia menangis saat bertepuk tangan mengikuti lantunan chant Jota yang menyihir seisi Stadion Alfield. (*)
Editor : Ali Sodiqin