Sementara itu Marseille yang menunjuk Roberto De Zerbi terbukti tepat. Mereka berhasil mengamankan tiket Liga Champions. Setelah empat musim berturut-turut finis di enam besar yakni 2019–2020 hingga 2022–2023, Rennes kini mengalami dua musim yang buruk.
Mereka secara beruntun finis di papan bawah Ligue 1. Musim lalu menjadi yang terburuk dalam lebih dari satu dekade. Pergantian pelatih ke Jorge Sampaoli di paruh pertama musim justru berakhir buruk.
Klub harus belanja besar pada Januari serta menunjuk Habib Beye untuk menghindari degradasi. Rennes memang mengamankan posisi aman jauh sebelum musim berakhir. Tetapi posisi ke-12 tidak dapat diterima terutama di musim penuh pertama Beye sebagai pelatih.
Kehadiran Beye memberi dampak positif dengan delapan kemenangan dari 15 laga terakhir Dimana merupakan capaian yang, jika diisolasi cukup untuk bersaing di papan atas.
Rennes juga memenangkan dua laga pembuka musim sebelumnya. Namun pada pramusim kali ini kurang meyakinkan dengan hanya satu kemenangan dari enam laga uji coba.
Dan di pekan perdana, ujian berat langsung menanti. Sebab Marseille telah mengalahkan mereka di empat dari lima pertemuan terakhir. Termasuk dua kemenangan musim lalu. Salah satunya terjadi di laga pamungkas ketika Marseille menang 4-2 untuk mengamankan posisi kedua klasemen.
Rennes diragukan bisa menurunkan bek tengah Lilian Brassier akibat cedera. Quentin Merlin dan Valentin Rongier berpeluang debut melawan mantan klub. Sementara Przemyslaw Frankowski bergabung dari Galatasaray dengan status pinjaman.
Beberapa pemain pilar hengkang, termasuk Kyogo Furuhashi, Azor Matusiwa, dan Kazeem Olaigbe. Rekrutan termahal Ligue 1 di luar PSG, Igor Paixao, juga diragukan tampil karena absen sepanjang pramusim sejak pindah dari Feyenoord.
Di musim debutnya, De Zerbi membawa Marseille finis kedua di belakang Paris Saint-Germain yang tampil superior. Sejak awal, De Zerbi realistis dengan menyatakan timnya tak mungkin bersaing merebut gelar.
Mereka hanya selisih 19 poin dengan PSG membuktikan prediksinya. Meski demikian, capaian itu merupakan lonjakan besar dibanding musim sebelumnya ketika Marseille finis di posisi kedelapan dan absen dari kompetisi Eropa. Kini mereka lembali ke Liga Champions jelas menjadi prestasi signifikan.
Menutup jarak dengan PSG akan sulit, tetapi start cepat setelah pramusim yang solid bisa menjadi kunci. Apalagi rival utama mereka sibuk mengikuti Piala Dunia Antarklub.
Marseille selalu menang di laga pembuka dalam lima musim terakhir, termasuk kemenangan 3-1 atas Aston Villa pekan lalu yang menjadi modal kepercayaan diri tinggi.
Di laga ini Marseille kembali diperkuat Pierre-Emerick Aubameyang setelah semusim di Arab Saudi. Ia akan berduet dengan pencetak gol terbanyak bersama Ligue 1 musim lalu, Mason Greenwood.
Dua pemain pinjaman, Facundo Medina dari Lens dan Timothy Weah yang mengikuti jejak sang ayah, George Weah, juga berpotensi debut.
Susunan Pemain
Rennes (3-5-2): Samba; Faye, Jacquet, Rouault; Frankowski, Fofana, Cisse, Rongier, Merlin; Tamari, Meite
Marseille (4-3-3): Rulli; Murillo, Medina, Balerdi, Garcia; Hojbjerg, Rabiot, Gomes; Greenwood, Aubameyang, Gouiri
Prediksi Skor: Rennes 1–3 Marseille
Marseille tampil produktif musim lalu dengan 74 gol dari 34 laga, dan dengan tambahan amunisi menyerang, mereka berpeluang kembali menunjukkan permainan ofensif memukau. Rennes memang berinvestasi besar untuk memperbaiki peringkat, tetapi laga pembuka ini menjadi tantangan berat.
Editor : Niklaas Andries