RADARBANYUWANGI.ID - Daniel Ricciardo, mantan pembalap Formula 1 asal Australia, tengah menjalani fase baru dalam hidupnya setelah memutuskan untuk meninggalkan dunia balap.
Sejak balapan terakhirnya pada Grand Prix Singapura 2024, Ricciardo memulai perjalanan refleksi diri yang jarang ia lakukan selama karier profesionalnya.
Karier Gemilang di Formula 1
Sebelum mundur, Ricciardo mencatat total 257 start, tiga pole position, delapan kemenangan, 32 podium, dan lebih dari 1.300 poin.
Ia pernah membela tim-tim besar seperti Red Bull, Renault, McLaren, serta mengawali perjalanan bersama HRT dan Toro Rosso (yang kini menjadi AlphaTauri/RB).
Prestasi puncaknya termasuk kemenangan prestisius di Monaco, momen yang hingga kini masih sulit ia percaya telah terjadi.
Menjalani Kehidupan di Luar Trek
Dalam wawancara langka di konferensi Ray White’s Connect di Australia, Ricciardo mengungkap bahwa tahun ini menjadi masa “self-exploration” baginya.
Setelah hidup dalam ritme cepat dunia balap, ia kini menikmati ketenangan.
Kegiatan seperti hiking di Alaska, menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, serta membiarkan dirinya untuk tidak terburu-buru, menjadi bagian dari rutinitas barunya.
“Selama ini saya selalu terdorong untuk mencapai sesuatu, bahkan sampai cenderung egois. Sekarang saya belajar untuk lebih peduli pada orang lain dan menjadi pendengar yang lebih baik,” ujarnya.
Menghargai Hal-Hal Sederhana
Ricciardo mengaku mulai lebih menghargai hal kecil, seperti waktu bersama orang terdekat.
Ia menilai, kecepatan dan ambisi yang dulu menguasai hidupnya sering kali membuatnya abai terhadap momen sederhana.
Kini, ia menemukan nilai yang berbeda di luar sorotan media dan kebisingan sirkuit.
Perjalanan Menuju F1 dan Pelajaran Hidup
Ricciardo kembali mengenang masa kecilnya di Perth.
Keinginan untuk mencoba sesuatu yang berbeda dari orang lain membawanya pada dunia balap.
“Saya dulu hanya ingin tampil beda, dan ternyata itu membawa saya sejauh ini,” katanya.
Meski telah meraih banyak pencapaian, Ricciardo menegaskan bahwa rahasia perjalanannya adalah mengambil langkah demi langkah tanpa terlalu memikirkan masa depan yang terlihat menakutkan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi