RADARBANYUWANGI.ID - Meskipun dikenal sebagai juara dunia tujuh kali, Hamilton menghadapi sejumlah tantangan berat di sirkuit Hungaroring.
Namun, di balik komentar emosional dan performa yang menurun, ia menegaskan bahwa kecintaannya terhadap balapan belum pudar.
Hamilton memulai akhir pekan dengan hasil latihan bebas yang kurang memuaskan.
Dalam sesi kualifikasi, ia gagal menembus fase akhir (Q3), sebuah pencapaian yang sangat jarang terjadi dalam kariernya.
Sementara itu, rekan setimnya di Ferrari, Charles Leclerc, justru berhasil merebut pole position, mempertegas kontras performa antara kedua pembalap.
Pada saat balapan, Hamilton hanya mampu finis di posisi ke-12, jauh dari zona podium.
Seusai balapan, komentarnya kepada media mengundang perhatian luas.
Ia menyebut dirinya sendiri “benar-benar tidak berguna” dan bahkan menyarankan bahwa Ferrari “mungkin perlu mengganti pembalap”.
Ketika diwawancarai oleh Sky Sports F1, Hamilton ditanya soal maksud dari komentar tersebut dan apakah ia benar-benar merasa sudah tak layak membalap.
“Tidak juga. Kalau sudah merasa seperti itu, ya begitulah adanya. Banyak hal di balik layar yang tidak berjalan baik,” ungkapnya singkat.
Namun saat ditanya apakah ia masih mencintai Formula 1, jawabannya tegas, “Tidak, saya masih mencintai balapan.”
Meski hasil di Hungaria mengecewakan, kontribusi Hamilton tetap membantu Ferrari bertahan di posisi kedua klasemen konstruktor dengan total 260 poin, unggul tipis dari Mercedes yang mengoleksi 236 poin.
Secara individu, Hamilton kini duduk di peringkat keenam klasemen pembalap dengan 109 poin, di bawah Leclerc yang mengantongi 151 poin di posisi kelima.
CEO Formula 1, Stefano Domenicali, turut memberikan dukungannya kepada Hamilton.
Dalam komentarnya kepada Sky Sports F1, ia menyebut Hamilton sebagai "permata" dan atlet luar biasa.
“Tak peduli sedang dalam masa sulit, dia akan bangkit kembali. Saya yakin ia akan menunjukkan alasan kenapa dia masih berada di sini. Dia ingin meraih gelar kedelapannya, dan saya percaya dia akan kembali menang,” ujar Domenicali. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi