RADARBANYUWANGI.ID – Masa depan Kiernan Dewsbury-Hall I Premier League akhirnya terjawab. Punggawa Chelsea itu resmi menjadi bagian dari Everton di musim depan. Itu menyusul kesepakatan kedua tim yang berjabat tangan atas kepindahannya dari Stamford Bridge.
Dia menegaskan bahwa kepindahannya dari Chelsea ke Everton merupakan keputusan yang mudah diambil. Mantan bintang Leicester City itu menutup musim perdananya di Stamford Bridge dengan mengangkat trofi UEFA Conference League.
Selain itu dia turut berkontribusi membawa The Blues menjadi juara dunia antarklub 2025. Namun, seiring banyaknya pemain baru yang masuk ke skuad Enzo Maresca, peran Dewsbury-Hall menjadi semakin terbatas.
Imbasnya musim 2024–2025, ia hanya tampil sebagai starter dalam 19 pertandingan dan 17 kali sebagai pemain pengganti.
Awal pekan ini, Everton telah mengajukan penawaran yang nilainya bisa mencapai Rp 574 miliar hingga Rp 595 juta. Dan tawaran itu langsung disetujui oleh Chelsea. Semuanya demi menyeimbangkan kembali neraca keuangan mereka setelah mengeluarkan dana serupa setahun lalu.
Meski memiliki opsi untuk menunggu tawaran dari klub lain, gelandang berusia 26 tahun itu mengaku langsung menyambut kesempatan untuk bergabung dengan klub asal Merseyside tersebut.
"Saya Ingin Membuktikan Diri"
Dewsbury-Hall menegaskan bahwa ia tidak ragu meninggalkan London Barat untuk menuju Inggris bagian barat laut. Dia telah menandatangani kontrak berdurasi lima tahun bersama Everton.
“Saya benar-benar sangat antusias, keluarga saya juga antusias. Ada semangat besar soal kepindahan ini. Rasanya tepat untuk saya. Hanya itu saja sudah cukup menjadi motivasi dan tekad ekstra bagi saya untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa saya ingin membuktikan sesuatu dan menjalani masa yang sukses di sini,” ujarnya.
“Everton adalah salah satu klub terbesar di Inggris. Saya pikir masa depan klub ini cerah dalam beberapa tahun ke depan. Pada akhirnya, ini keputusan yang mudah untuk datang dan bermain di sini."
“Lihat saja stadionnya—luar biasa. Saya sudah bermain di semua stadion Premier League, dan stadion ini adalah salah satu yang paling mengesankan, jika bukan yang paling mengesankan. Itu saja sudah menjadi faktor besar yang membuat saya tertarik bergabung."
“Ditambah basis penggemar Everton adalah salah satu yang paling fanatik di Inggris. Jadi saya tahu, jika kami mulai bermain bagus dan saya menunjukkan kemampuan saya kepada para pendukung, itu akan menjadi dorongan besar untuk membantu saya dan tim tampil maksimal. Itulah yang saya inginkan.”
Dewsbury-Hall meninggalkan Chelsea dengan catatan lima gol dan empat assist di semua kompetisi. Di Premier League musim lalu, ia hanya tampil dua kali sebagai starter dan sebelas kali sebagai pemain pengganti.
Secara keseluruhan, ia mencatatkan 53 penampilan sebagai starter dan 19 sebagai pemain pengganti selama kariernya di Premier League. Dia mencatakan kontribusi tiga gol dan lima assist.
Di Everton, Dewsbury-Hall diproyeksikan menjadi pilihan utama di lini tengah, baik sebagai gelandang nomor 8 maupun nomor 10.
Manajer David Moyes memang sudah lama mengincar gelandang dengan profil seperti dirinya, terutama setelah Abdoulaye Doucouré hengkang secara gratis pada akhir musim lalu.
Bagi Chelsea, penjualan Dewsbury-Hall membuat total pemasukan dari hasil transfer musim panas ini mencapai Rp 3,38 triliun. Pihak klub masih menargetkan pemasukan tambahan sekitar Rp2,05 triliun sebelum bursa transfer ditutup pada 1 September mendatang. (*)
Editor : Niklaas Andries