Selama beberapa dekade, kompetisi ini berkembang menjadi fenomena global. Dimana kehadirannya mampu menampilkan atletisme kelas dunia dan persaingan yang sengit. Tidak berlebihan kemudian banyak waralaba yang berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah NBA lewat perjalanan epik menuju tangga juara.
Dari dominasi Boston Celtics di era 1950-60an, kejayaan Los Angeles Lakers di tahun 1980-an dan awal 2000-an, hingga revolusi permainan yang dibawa Golden State Warriors di dekade 2010-an, gelar juara menjadi penanda warisan kejayaan mereka.
Chicago Bulls di tahun 1990-an di bawah kepemimpinan Michael Jordan hingga Denver Nuggets dan Milwaukee Bucks yang meraih gelar dalam beberapa tahun terakhir turut memperkaya kompetisi NBA.
Menariknya, tujuh tim berbeda telah menjadi juara dalam tujuh musim terakhir yang menandakan era baru keseimbangan kompetitif.
Siapa klub dengan gelar NBA terbanyak?
Boston Celtics kini berdiri sebagai klub tersukses dalam sejarah NBA. Klub ini total meraih 18 gelar juara usai menjuarai musim 2023–2024. Dipimpin oleh Bill Russell, pemegang rekor 11 cincin juara NBA.
Celtics mendominasi dekade 1960-an dengan meraih sembilan gelar. Mereka hanya gagal pada 1967. Setelah era kejayaan itu, dekade 1970-an menjadi masa transisi.
Meski mereka tetap mampu meraih dua gelar tambahan pada 1974 dan 1976. Kejayaan kembali hadir pada awal hingga pertengahan 1980-an dengan tiga gelar dalam lima tahun, berkat performa gemilang Larry Bird.
Namun, setelah itu, Celtics mengalami masa paceklik gelar selama 22 tahun sebelum kembali meraih puncak pada 2008 melalui trio Paul Pierce, Ray Allen, dan Kevin Garnett.
Celtics sempat kembali ke final pada 2010 dan 2022. Namun mereka gagal di tangan Los Angeles Lakers dan Golden State Warriors.
Baru pada musim 2023–2024, mereka mencatat salah satu musim paling dominan dalam sejarah NBA di bawah asuhan Joe Mazzulla dengan menang 80 dari 101 pertandingan dan menaklukkan Miami Heat, Cleveland Cavaliers, Indiana Pacers, serta Dallas Mavericks di final.
Pesaing Terdekat Celtics dalam Hal Jumlah Gelar
Sebelum musim 2023–2024, Celtics dan Los Angeles Lakers sama-sama mengoleksi 17 gelar. Hal ini menjadikan keduanya menyumbang hampir setengah dari total 78 gelar NBA yang ada saat itu.
Lakers meraih gelar pertama pada 1949 dan memenangkan lima gelar dalam enam musim awal. Namun, masalah finansial mempengaruhi performa mereka di akhir 1950-an.
Setelah pindah ke Los Angeles, Lakers kembali berjaya pada era 60-an meski harus enam kali kalah di final dari Celtics. Mereka memutus puasa gelar selama 18 tahun dengan menaklukkan New York Knicks pada 1972.
Era keemasan baru hadir pada 1980-an bersama Showtime Laker dengan delapan kali tampil di final dan lima kali juara. Dipimpin Magic Johnson, Kareem Abdul-Jabbar, dan pelatih Pat Riley, Lakers memadukan gaya bermain atraktif dan efisien yang tak tertandingi.
Setelah pensiunnya sejumlah pemain kunci seperti Abdul-Jabbar dan Johnson. Lakers justru tenggelam di era 90-an hingga kedatangan duo Kobe Bryant dan Shaquille O’Neal pada 1996 membuka era emas baru.
Di bawah pelatih legendaris Phil Jackson, Lakers merebut tiga gelar beruntun pada 2000–2002. Setelah kepergian Shaq, Kobe bersama Pau Gasol membawa Lakers meraih dua gelar lagi pada 2009 dan 2010.
Lakers kemudian memasuki masa pembangunan kembali yang sulit, namun bangkit bersama LeBron James dan Anthony Davis untuk menjuarai NBA pada 2020.
Kebangkitan Warriors dan Era Modern NBA
Golden State Warriors menjadi tim tersukses di dekade terakhir dengan empat gelar. Mereka menambah total gelar mereka menjadi tujuh dengan sebelumnya menang di 1947, 1956, dan 1975.
Di bawah kepemimpinan Stephen Curry sebagai pemegang rekor tembakan tiga poin terbanyak sepanjang masa dengan Warriors tampil di lima final beruntun 2015–2019, dan meraih gelar ketujuh pada 2022 dengan menundukkan Celtics.
Permainan cepat dan penuh tembakan tiga angka menjadikan Warriors simbol revolusi modern NBA. Pengaruh Curry mengubah cara permainan dijalankan di seluruh liga.
Chicago Bulls: Era Dominasi Tanpa Tanding
Tepat di bawah Warriors, terdapat Chicago Bulls yang meraih enam gelar pada 1990-an. Dipimpin Michael Jordan, Scottie Pippen, dan Dennis Rodman, Bulls menciptakan dua kali three-peat 1991–1993 dan 1996–1998.
Jordan membawa NBA ke panggung dunia. Sementara strategi triangle offense’ milik Phil Jackson menjadikan Bulls kekuatan tak terbendung. Gelar terakhir mereka datang pada 1998 sebelum dominasi beralih ke San Antonio Spurs.
San Antonio Spurs: Mini-Dinasti Konsisten
Spurs mengukir dinasti tersendiri di bawah Gregg Popovich dengan Tim Duncan sebagai pilar utama. Mereka menjuarai NBA pada 1999, 2003, 2005, dan 2007. Setelah gagal di final 2013 dari Miami Heat, Spurs membalas dengan gelar pada 2014.
Tim Lain dengan Lebih dari Satu Gelar NBA
Philadelphia 76ers: 3 gelar (1955, 1967, 1983)
Detroit Pistons: 3 gelar (1989, 1990, 2004)
Miami Heat: 3 gelar (2006, 2012, 2013)
Catatan: Miami Heat menjadi tim dengan jumlah final terbanyak dalam 20 tahun terakhir (7 final).
New York Knicks: 2 gelar (1970, 1973)
Houston Rockets: 2 gelar (1994, 1995)
Milwaukee Bucks: 2 gelar (1971, 2021)
Oklahoma City Thunder: Juara Terbaru NBA
Thunder menjadi klub terbaru yang menambah daftar juara ganda setelah menjuarai NBA musim 2024–2025. Tim asuhan Mark Daigneault tampil sangat dominan dan mengakhiri penantian 46 tahun untuk kembali mengangkat trofi juara.
Mereka kini bersiap untuk membangun dinasti baru yang mungkin akan mendorong mereka lebih tinggi dalam daftar elit NBA. (*)
Editor : Niklaas Andries