Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Terungkap, Alasan Mengapa Pembalap F1 Sengaja Start dari Pit Lane

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 01:52 WIB
Lewis Hamilton tunjukkan keajaiban F1 di GP Belgia meski start dari pit lane.
Lewis Hamilton tunjukkan keajaiban F1 di GP Belgia meski start dari pit lane.

RADARBANYUWANGI.ID - Ajang F1 selalu menyuguhkan drama tak terduga, dan Grand Prix Belgia 2025 menjadi buktinya. Lewis Hamilton, pembalap kawakan tim Ferrari, kembali mencuri perhatian dunia.

Setelah tereliminasi di sesi Q1 karena catatan waktunya dihapus akibat keluar lintasan, Hamilton harus puas memulai balapan dari posisi ke-16.

Namun, keputusan tim untuk melakukan perubahan pada mobil membuatnya harus memulai dari pit lane.

Yang mengejutkan, Hamilton berhasil menyalip belasan mobil, dan finis di posisi ke-7, sebuah pencapaian luar biasa dari titik start paling belakang. Namun, bagaimana strategi seperti ini bisa terjadi di F1, dan mengapa tim memilihnya?

Apa Itu Start dari Pit Lane?

Start dari pit lane adalah kondisi di mana pembalap tidak ikut berbaris di grid start bersama pembalap lainnya.

Sebaliknya, ia menunggu di ujung pit lane dan baru boleh masuk ke trek setelah seluruh mobil di grid melewati garis pit exit usai lampu start padam.

Meskipun terdengar sebagai hukuman, dalam banyak kasus, keputusan ini justru strategis. Start dari pit lane memberi tim fleksibilitas untuk mengubah setelan mobil setelah sesi kualifikasi, sesuatu yang tidak bisa dilakukan jika pembalap start dari grid biasa.

Alasan Start dari Pit Lane

Beberapa alasan umum yang membuat pembalap F1 memulai balapan dari pit lane antara lain:

Pelanggaran Aturan Parc Ferme

Setelah sesi kualifikasi, mobil masuk kondisi parc ferme di mana tim dilarang melakukan perubahan besar. Jika dilanggar, pembalap harus start dari pit lane.

Ganti Komponen Mesin atau Gearbox

Jika sebuah tim melebihi batas penggunaan komponen mesin atau gearbox, pembalap akan mendapat penalti grid. Dalam kasus seperti ini, pit lane menjadi opsi untuk mengoptimalkan performa mobil.

Kerusakan Berat pada Mobil

Kerusakan berat saat kualifikasi yang tidak sempat diperbaiki membuat tim harus mengganti sasis atau komponen penting lainnya, sehingga mengakibatkan start dari pit lane.

Masalah Saat Formation Lap

Jika pembalap mengalami masalah saat lap formasi, seperti mesin mati atau gagal masuk ke grid tepat waktu, ia wajib start dari pit lane.

Strategi dan Tantangan di Balik Pit Lane Start

Mereka yang start dari pit lane menghadapi tantangan besar yakni berada di belakang semua pembalap, harus menyalip lebih banyak mobil, dan memaksimalkan strategi balapan sejak awal.

Namun, keunggulannya adalah kesempatan untuk mengubah set-up mobil khusus untuk balapan, bahkan menyesuaikan strategi ban atau berharap pada intervensi seperti Safety Car atau perubahan cuaca.

Contoh seperti Hamilton di Belgia 2025, yang melakukan pergantian ban dari intermediate ke medium di lap ke-11, menunjukkan pentingnya eksekusi strategi tepat waktu.

Contoh Epik Lain Start dari Pit Lane

Sebastian Vettel – Abu Dhabi 2012

Didiskualifikasi dari kualifikasi, Vettel memulai dari pit lane setelah Red Bull melakukan pengaturan ulang besar-besaran. Hasilnya? Finish di posisi 3, krusial dalam perebutan gelar juara dunia.

Sergio Perez – Australia 2023

Gagal mencatat waktu di kualifikasi, Perez memulai dari pit lane. Dengan memanfaatkan Safety Car dan strategi ban yang cermat, ia menembus posisi 5 besar.

Fernando Alonso – Monaco 2010

Kecelakaan di sesi latihan membuat Alonso tak bisa ikut kualifikasi. Start dari pit lane di sirkuit tersulit untuk menyalip, ia berhasil naik ke posisi 6 berkat strategi pit stop dini. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#lewis hamilton #gp belgia 2025 #f1