Penyerang asal Senegal tersebut menepis anggapan bahwa dirinya tengah menghadapi persaingan berat untuk merebut posisi utama di bawah arahan pelatih Enzo Maresca.
"Kompetisi? Saya tidak punya kompetitor," tegas Jackson.
"Kami semua di sini untuk membantu klub. Setiap orang punya peran masing-masing.
Saya sedang menjalankan misi. Soal siapa yang dipilih, itu urusan pelatih. Saya hanya fokus pada pekerjaan saya."
Terkait rumor kepindahannya, Jackson menambahkan, "Saya pemain Chelsea. Masa depan ada di tangan Tuhan. Kalau ada perubahan, pasti kalian tahu. Sekarang, saya hanya fokus pada persiapan."
Jackson dan rekan-rekannya dijadwalkan kembali berlatih dalam waktu dekat setelah mendapat jatah libur tiga minggu dari Maresca sejak 13 Juli lalu. Meski rumor soal masa depannya terus bergulir sejauh ini.
Namun Jackson kini fokus mempersiapkan diri menyambut musim baru. Pihak Chelsea diketahui mematok harga setara Rp 1,68 triliun untuk Jackson. The Blues bahkan meyakini penyerangnya tersebut bisa berkembang menjadi pemain bernilai Rp 2,1 triliun di masa depan.
Hal ini tentu membuat klub yang berminat harus menyediakan dana lebih. Apalagi Chelsea telah memagarinya kontrak jangka panjang hingga 2033.
Saat Jackson berada di urutan ketiga dalam pilihan striker utama The Blues. Meski demikian Jackson diprediksi tetap bertahan di Stamford Bridge setidaknya untuk musim 2025-2026.
Sejak didatangkan dari Villarreal dua tahun lalu, Jackson telah mencatatkan 30 gol dan 12 assist dari 81 penampilan di semua kompetisi bersama The Blues.
Namun performanya belakangan mulai mendapat sorotan setelah Liam Delap dan Joao Pedro tampil lebih menonjol pada ajang Piala Dunia Antarklub.
Joao Pedro bahkan mencetak tiga gol dalam tiga laga, membantu Chelsea menjuarai turnamen tersebut.
Dalam sebulan terakhir, pemain berusia 24 tahun itu ramai dikaitkan dengan kemungkinan pindah klub. Manchester United, Newcastle United, dan Aston Villa disebut sebagai peminat potensial. (*)
Editor : Niklaas Andries