Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tour de Ijen 2025 Jadi Sorotan Asia, Guntur: Hanya Daerah dengan Superteam yang Bisa!

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 1 Agustus 2025 | 12:00 WIB
AYO GENJOT TERUS! Penonton fanatik TdBI menyemangati pembalap saat melewati tanjakan neraka Erek-Erek, Kamis (31/7).
AYO GENJOT TERUS! Penonton fanatik TdBI menyemangati pembalap saat melewati tanjakan neraka Erek-Erek, Kamis (31/7).

RADARBANYUWANGI.ID - Edisi kesepuluh event balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) tuntas digelar, Kamis (31/7). Melihat ketatnya balapan, event yang cukup populer di kawasan Asia ini bisa digelar lagi tahun depan.

Balapan tahun ini terasa lebih berat dari tahun sebelumnya. Guyuran hujan dan suhu dingin membuat pembalap harus bertarung lebih keras.

Sejak etape awal, para rider sudah beradu kecepatan. Meski rutenya cukup pendek, suhu dingin membuat para pembalap merasakan tekanan yang luar biasa. Ditambah lagi  etape kedua dengan tambahan KOM.

Pada etape ketiga, ada jalur rolling yang menguras energi. Rute-rute berat ditambah suhu dingin hanya bisa diatasi dengan VO2max yang baik.

"Kita akhirnya bisa melihat  pembalap-pembalap Italia dengan tipe climber bisa mengatasi beberapa etapei. Rute dan suhu dingin cocok dengan pembalap-pembalap Eropa," kata Guntur Priambodo, Chairman TdBI 2025.

Etape keempat akhirnya dimenangkan oleh pembalap yang tergabung dalam tim VC Fukuoka, Benjamin Prades.

Kualitas atlet yang bersaing di tanjakan neraka memiliki kualitas yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

"Event ini semakin ketat. Balapan dengan poin 2.2 UCI di Asia tidak banyak, dan hanya satu di Indonesia. Itu  yang membuat kita akhirnya menyeleksi tim yang ikut. Dari 44 tim, hanya 20 tim yang ikut,’’ jelas Guntur yang juga menjabat Pj Sekkab Banyuwangi itu.

Menurut Guntur, kunci keberhasilan event TdBI adalah kerja sama superteam Pemkab Banyuwangi.

Tidak ada ego sektoral dari semua SKPD yang terlibat. Semuanya bekerja sama demi menyukseskan pelaksanaan TdBI.

"Semua bekerja tanpa ego sektoral. Tidak ada Dispora, PU, maupun Dinas Pariwisata. Semua bekerja sama dan menyatu," tegas Guntur.

Resep itulah yang tidak bisa ditiru. Daerah lain mungkin bisa menggelar event serupa, tapi tidak dengan superteam seperti yang dimiliki Pemkab Banyuwangi.

"Harapanya event TdBI tetap bisa digelar tahun depan. Semua tergantung keputusan politik. Kita lihat statemen dari DPRD cukup baik. Semoga ini menjadi representasi positif dengan pemerintah daerah supaya tahun depan bisa menyelenggarakan lagi event TdBI,’’ tegas founder BRCC itu. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#superteam #TDBI 2025 #tour de banyuwangi ijen #balap sepeda