RADARBANYUWANGI.ID – Setelah enam kali mencoba, pembalap veteran asal Spanyol Benjamin Prades Reverte akhirnya berhasil mencatatkan namanya sebagai juara umum Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025.
Tampil impresif di Etape Empat yang finis di Paltuding Ijen, pembalap tim VC Fukuoka itu sukses merebut Ijen Sulfur Jersey, simbol pemimpin klasemen individual berdasarkan waktu.
Prades mencatatkan total waktu 13 jam 47 menit 40 detik, unggul 50 detik dari pesaing terdekatnya, Adne Van Engelen (Terengganu Cycling Team), dan 1 menit 22 detik dari Nicolo Pettiti (Swatt Club).
“Saya hampir tidak percaya. Setelah enam kali ikut TdBI sejak 2014, akhirnya saya bisa menang. Ini salah satu kemenangan paling emosional dalam karier saya,” ujar Prades dengan wajah haru.
Taktik dan Tekad di Etape Pamungkas
Etape terakhir dengan rute RTH Maron Genteng–Paltuding Ijen menjadi penentu. Prades tampil agresif sejak awal, memanfaatkan kekuatan tim dan menjaga ritme jelang tanjakan mematikan menuju Ijen. Ia finis pertama dengan waktu 4 jam 9 menit 42 detik, diikuti Van Engelen (selisih 2 detik) dan Pettiti (47 detik).
Persaingan sengit sempat terjadi antara empat nama besar: Prades, Pettiti, Van Engelen, dan Lorenzo Ginestra.
Bahkan juara TdBI 2018, Benjamin Dyball (Victoire Hiroshima), sempat mencoba menyerang, namun tim Swatt tampak sudah menyiapkan strategi khusus di rute ekstrem ini.
Cuaca hujan, suhu dingin, dan tanjakan dengan kemiringan mencapai 20 persen membuat etape ini digambarkan banyak pembalap sebagai “neraka kecil”. Bahkan, peloton sempat terguncang akibat crash besar di kilometer ke-13.
Dominasi Swatt dan ASC Monster Indonesia
Swatt Club yang tampil solid sejak etape pertama akhirnya dinobatkan sebagai tim terbaik, mengungguli Thailand National Team dan Roojai Insurance.
Untuk tim terbaik Indonesia, ASC Monster Indonesia tampil dominan, disusul Nusantara–BYC dan Pontianak Wijaya Racing.
Syelhan dan Pettiti Bersinar
Dari kubu Indonesia, Syelhan Nurahmat Muhammad (ASC Monster) tampil luar biasa. Ia dinobatkan sebagai pembalap Indonesia terbaik, sekaligus finis pertama dalam kategori Stage Best Indonesian Rider.
Di sisi lain, Jeroen Meijers (Victoria Sports Pro Cycling) berhasil mempertahankan Blue Fire Jersey sebagai sprinter terbaik selama empat etape berturut-turut.
Untuk kategori King of Mountain (KOM), Nicolo Pettiti tampil konsisten dan menyabet Polkadot Jersey.
“Tanjakan Ijen ini luar biasa. Ini salah satu yang paling menantang dalam karier saya, bahkan dibanding Mortirolo dan Fauniera di Italia,” ujar Pettiti. Ia pun berharap bisa kembali tahun depan.
Dari Balapan Jadi Budaya
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut bahwa TdBI bukan lagi sekadar lomba balap sepeda, melainkan sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Banyuwangi.
“Masyarakat menyambut dengan bangga, menyatu dengan semangatnya. Ini sudah menjadi peristiwa budaya,” ujarnya.
Sementara itu, Menpora Dito Ariotedjo yang hadir di pelepasan etape mengapresiasi konsistensi Pemkab Banyuwangi dalam menggelar TdBI hingga edisi ke-10.
“Ajang ini bukan hanya memajukan olahraga, tetapi juga efektif mempromosikan pariwisata seperti Kawah Ijen. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta adalah kekuatan utamanya,” ujar Dito. (*)
Hasil Lengkap Etape 4 TdBI 2025
Individual General Classification (Ijen Sulfur Jersey):
- 61 Benjamin Prades Reverte (VC Fukuoka) – 13:47:40
- 13 Adne Van Engelen (Terengganu Cycling Team) – 13:48:30
- 181 Nicolo Pettiti (Swatt Club) – 13:49:02
Stage Individual Classification:
- 61 Benjamin Prades Reverte (VC Fukuoka)
- 13 Adne Van Engelen (Terengganu Cycling Team)
- 181 Nicolo Pettiti (Swatt Club)
Stage Best Indonesian Rider:
- 55 Syelhan Nurahmat Muhammad (ASC Monster Indonesia)
Best Indonesian Rider (Banyuwangi Reborn Jersey):
- 55 Syelhan Nurahmat Muhammad (ASC Monster Indonesia)
- 191 Raihan Maulidan Muhammad (Pontianak Wijaya Racing)
- 125 Ramadhan Ilham Dzukri (Nusantara-BYC)
Best Sprinter (Blue Fire Jersey):
- 72 Jeroen Meijers (Victoria Sports Pro Cycling)
- 61 Benjamin Prades Reverte (VC Fukuoka)
- 4 Carter Bettles (Roojai Insurance)
King of Mountain – KOM (Polkadot Jersey):
- Nicolo Pettiti
- Benjamin Prades Reverte
- Adne Van Engelen
Team General Classification by Time:
- Swatt Club
- Thailand National Team
- Roojai Insurance
Best Indonesian Team:
- ASC Monster Indonesia
- Nusantara – BYC
- Pontianak Wijaya Racing