RADARBANYUWANGI.ID – Etape ketiga Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025, Rabu (30/7), berlangsung dalam tensi tinggi dan penuh kejutan.
Rute sejauh 140,3 kilometer dari RTH Glenmore hingga pusat kota Banyuwangi menjadi saksi keperkasaan pebalap asal Australia, Carter Bettles, yang berhasil merebut podium tertinggi setelah adu sprint ketat menjelang finis.
Bettles, rider dari tim Roojai Insurance, sukses mengalahkan dua rival tangguh: Pooli Insignare (SWATT Club/Kolombia) dan Luca De Rossi (China Mentech Cycling Team/Italia).
Ketiganya mencatatkan waktu yang identik, yakni 3 jam 13 menit 07 detik, namun Bettles unggul dalam bonus waktu dan poin yang menentukan kemenangan.
Sementara itu, pemegang yellow jersey asal Belanda, Jeroen Meijers (VIC Sports Pro Cycling), meski hanya finis kesembilan, tetap kukuh di puncak klasemen umum.
Ia kini mengoleksi total waktu 9:37:54, unggul delapan detik dari Benjamin Prados Reverte (VCF), pebalap Spanyol yang terus tampil konsisten.
Di posisi ketiga klasemen umum, pebalap Thailand Thanakhan Chaiyasombath terus memberi tekanan.
Bersama saudaranya, Wangpeerapol, keduanya mengantar Thailand National Team ke posisi dua klasemen tim.
Rute yang Melelahkan, Jalur Penentuan Para Climber
Etape ketiga sendiri menjadi salah satu yang paling teknis dan menantang. Start dimulai dari RTH Glenmore pukul 10.00 WIB.
Pembalap melaju melewati jalur berliku pedesaan seperti Sumberwadung, Sempu, Maron, hingga area persawahan Karangdoro.
Aksi semakin panas saat memasuki tanjakan KOM Pakel, salah satu titik terberat dalam etape ini. Elevasi curam jadi ujian nyata bagi para climber.
“Etape ini jadi pembuktian para raja tanjakan. Tanjakan Pakel akan memisahkan siapa yang kuat dan siapa yang akan tertinggal,” ujar Chairman TdBI, Guntur Priambodo.
Setelah tanjakan, pembalap meluncur melewati Licin, Penataban, hingga masuk pusat kota dan finis megah di depan Kantor Bupati Banyuwangi, Jalan Ahmad Yani.
Firdaus Kembali Terbaik di Kategori Lokal
Dari kubu pebalap Indonesia, Ahmad Yogha Ilham Firdaus (Pontianak Wijaya Racing) kembali tampil impresif.
Ia finis di posisi 15 dan hanya terpaut tiga detik dari juara etape. Firdaus pun masih memimpin klasemen Best Indonesian Rider (Red & White Jersey) dengan waktu 9:42:03.
Persaingan Jersey Memanas
Di klasemen sprinter (biru), Meijers juga memimpin dengan 38 poin, unggul dari Prados (31 poin) dan Bettles (18 poin).
Sementara untuk kategori tanjakan (polkadot), Nicolo Prettie dari SWATT Club memimpin dengan 16 poin, hasil dari dominasinya di tanjakan Gunung Terong, Kakain, dan Pakel.
Untuk klasemen tim, SWATT Club masih di puncak dengan total waktu 28:54:32, disusul Thailand National Team dan Roojai Insurance.
Klasemen Sementara Usai Stage 3:
- Yellow Jersey: Jeroen Meijers (VSC) – 9:37:54
- Blue Jersey: Jeroen Meijers (VSC) – 38 poin
- Polkadot Jersey: Nicolo Prettie (SWT) – 16 poin
- Best Indonesian Rider: Ahmad Yogha Ilham Firdaus (PWR) – 9:42:03
- Best Team: SWATT Club – 28:54:32
- Best Indonesian Team: Pontianak Wijaya Racing – 29:13:31