Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rute Etape 4 TdBI 2025: Adu Nyali di Tanjakan Maut Ijen, Siapa Raja Jalanan Sebenarnya?

Ali Sodiqin • Rabu, 30 Juli 2025 | 17:25 WIB
Etape keempat Tour de Banyuwangi Ijen menjadi pembuktian bagi para pembalap. Rute menanjak dan tikungan tajam menuju Paltuding.
Etape keempat Tour de Banyuwangi Ijen menjadi pembuktian bagi para pembalap. Rute menanjak dan tikungan tajam menuju Paltuding.

RADARBANYUWANGI.ID - Ajang balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025 memasuki etape pamungkas, Kamis (31/7).

Etape keempat ini menjadi penentu siapa yang layak menyandang gelar juara umum dalam gelaran satu-satunya road race Indonesia yang masuk kalender Union Cycliste Internationale (UCI) tahun ini.

Dimulai dari RTH Maron, Genteng, rute sepanjang 150 kilometer ini menyuguhkan kombinasi sprint, tanjakan curam, serta jalur teknikal yang menguji fisik dan mental para pembalap dunia.

Finis berada di kawasan ikonik Paltuding, Kawah Ijen—lokasi legendaris yang menjadi simbol kebanggaan sport tourism Banyuwangi.

Sesuai jadwal, balapan akan dimulai pukul 10.10 WIB yang melewati zona netral sejauh 5,3 km.

Meski demikian, tensi kompetisi dipredikis bakal meninggi sejak sign on dibuka pada pukul 09.00 WIB.

Pembalap akan memanaskan persaingan sejak melewati FZ 1 Balak, lalu menghadapi tanjakan pertama di KOM 1 Songgon.

Tantangan berlanjut dengan laju kencang melewati FZ 2 Pekulo dan Sprint 1 Srono, sebelum memasuki zona kombinasi cepat dan teknikal di FZ 3 Sasak Tambong.

Atmosfer para pembalap diprediksi semakin panas saat memasuki pusat kota menuju Sprint 2 Banyuwangi.

Sorak sorai warga yang memenuhi tepi jalan diyakini akan membuat suasana seperti festival rakyat.

Tapi perjuangan sesungguhnya baru dimulai di dua tanjakan pamungkas: KOM 2 Kalibendo dan KOM 3 Ijen.

Elevasi yang terus meningkat dengan tikungan tajam serta suhu udara yang kian menurun membuat hanya pembalap dengan stamina prima dan strategi matang yang mampu bertahan. Di titik inilah persaingan juara ditentukan.

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi M. Alfin Kurniawan menyebut, etape keempat ini bukan hanya ujian berat bagi pembalap, tapi juga menjadi “panggung penutup” yang menunjukkan keunggulan Banyuwangi sebagai tuan rumah sport tourism.

“Etape ini menuntut kemampuan lengkap: endurance, climbing, hingga mental. Paltuding menjadi tempat paling tepat untuk mengakhiri ajang balap kelas dunia ini,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan komitmen Pemkab Banyuwangi untuk terus menjadikan TdBI sebagai etalase kemajuan daerah di mata internasional.

“Etape 4 bukan hanya soal siapa yang paling cepat, tapi juga tentang bagaimana Banyuwangi menanjak bersama sport, wisata, dan pembangunan. Kami persembahkan ini untuk masyarakat dan dunia,” ujarnya.

Sebagai informasi, TdBI 2025 diikuti 128 pembalap dari 24 negara dan 5 benua, menempuh total 593 km dalam empat etape.

Tahun ini menjadi momen spesial karena TdBI memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan.

Selain TdBI, Banyuwangi juga dipercaya UCI menggelar dua event internasional lainnya: Banyuwangi Ijen Geopark Downhill (20–21 September) dan Banyuwangi BMX (15–16 November).

Tak hanya itu, dua Kejurnas juga sukses digelar sebelumnya, memperkuat posisi Banyuwangi sebagai “ibukota” balap sepeda Indonesia.

Dengan finis megah di Paltuding dan suksesnya penyelenggaraan empat etape, Tour de Banyuwangi Ijen 2025 sekali lagi membuktikan bahwa olahraga, pariwisata, dan pembangunan bisa melaju beriringan dari kaki gunung hingga ke panggung dunia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#TdBI 2024 #rute #tour de banyuwangi ijen #Kalibendo #banyuwangi #Paltuding #Etape 4