Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Siswa SD Iringi Pembalap Tour de Banyuwangi Ijen dengan Lantunan Yalal Wathon

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 29 Juli 2025 | 12:15 WIB
Lantunan Yalal Wathon sambut para pebalap Tour de Banyuwangi Ijen 2025.
Lantunan Yalal Wathon sambut para pebalap Tour de Banyuwangi Ijen 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - Event balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen (TDBI) 2025 resmi dimulai kemarin (28/7).

Salah satu ajang balap sepeda bergengsi yang masuk kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI) ini akan digelar hingga Kamis (31/7), dan disambut antusias masyarakat.

Tak hanya warga umum, para siswa pun ikut menyambut jalannya lomba.

Di SDN 1 Kembiritan, para murid dengan semangat menanti kedatangan rombongan pembalap yang melintas di depan sekolah mereka.

“Anak-anak sangat antusias menyambut para pembalap yang lewat. Sejak jam istirahat sekitar pukul 09.00, mereka sudah bersiap,” ujar Atiqah (50), guru di sekolah tersebut.

Para siswa membawa alat musik rebana dan bendera Merah Putih.

Saat para pembalap melintas, mereka kompak melantunkan Yalal Wathon, lagu kebangsaan yang akrab di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU).

“Lagu ini biasa mereka lantunkan saat ekstrakurikuler hadrah,” imbuh Atiqah.

Ia menyebutkan, dalam dua hari pelaksanaan TDBI, para pembalap akan melintasi depan sekolah mereka sebanyak dua kali.

“Hari ini dan besok. Sayangnya, waktunya agak siang, jadi anak-anak sempat kepanasan saat menunggu,” ujarnya.

Lebih dari sekadar menyambut, momen ini juga dijadikan sarana pendidikan karakter.

Para siswa diberi penjelasan mengenai panjang lintasan balap dan bagaimana perjuangan para atlet dari garis start hingga finish.

“Kami ingin mereka belajar tentang disiplin dan kerja keras dari para pembalap. Ini adalah pelajaran langsung yang bisa mereka lihat dan rasakan,” pungkas Atiqah.

Editor : Agung Sedana
#tour de banyuwangi ijen