Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Etape Maut dan Keindahan Surgawi: Tour de Banyuwangi Ijen 2025 Siap Gegerkan Dunia

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 28 Juli 2025 | 14:00 WIB
Bupati Ipuk Festiandani, Sekjend PB ISSI, perwakilan UCI, Forkopimda, dan Chairman TdBI Guntur Priambodo hadir dalam pembukaan TdBI di depan kantor Pemkab Banyuwangi tadi malam.
Bupati Ipuk Festiandani, Sekjend PB ISSI, perwakilan UCI, Forkopimda, dan Chairman TdBI Guntur Priambodo hadir dalam pembukaan TdBI di depan kantor Pemkab Banyuwangi tadi malam.

RADARBANYUWANGI.ID - Komitmen Pemkab Banyuwangi kembali menggelar event balap sepeda profesional berstandar Union Cycliste Internationale (UCI) terwujud tahun ini.

Tadi malam, event Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) resmi diluncurkan sekaligus menjadi edisi kesepuluh sejak pertama kali digelar tahun 2012 silam.

Event ini  menjadi bagian dari kalender resmi (UCI) dan akan menempuh total jarak 594 kilometer yang membelah keindahan alam Banyuwangi dari pesisir hingga lereng TWA Ijen. Peluncuran TdBI  dibuka dengan Tari Nusantara Wangi yang diramaikan puluhan penari dengan ornamen merah.

Sebanyak 120 pembalap dari 24 negara ikut hadir menyaksikan pembukaan yang dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, Forkopimda Banyuwangi, Presiden Comisiore of UCI (tamu dari UCI) Nuthapong  Lohitnavy, Sekjen PB ISSI Parama Nugroho, Kabinda Jatim Brigjen TNI Murbianto Adhi Wibowo, anggota DPRD Banyuwangi, dan beberapa perwakilan instansi pemerintahan dan swasta.

Acara dimulai dengan doa yang diberikan kepada dua tokoh Tour de Ijen yang berpulang, yaitu MC Tour de Ijen, Heru Subagyo dan anggota marshal, Hendri Setiawan yang meninggal akibat kecelakaan pada TdBI tahun lalu.

Etape pertama TdBI tahun ini dimulai dari Pasar Pesanggaran dan berakhir di kantor Pemkab Banyuwangi dengan jarak tempuh  125,5 kilometer. Rute datar diyakini menjadi panggung bagi para sprinter untuk adu cepat menuju garis finis.

Etape kedua dimulai dari Alas Purwo  dan finis di kantor Pemkab Banyuwangi (158,8 km), lalun etape ketiga start di RTH Glenmore hingga kantor Pemkab Banyuwangi (140,3 km) yang merupakan rute rolling.

SIAP BERLAGA: Para pembalap dari berbagai negara yang ikut TdBI dikenalkan kepada publik tadi malam.
SIAP BERLAGA: Para pembalap dari berbagai negara yang ikut TdBI dikenalkan kepada publik tadi malam.

Kedua etape ini lebih menantang dan memberi peluang besar bagi pembalap bertipe all rounder. Sedangkan etape keempat sekaligus pamungkas  menjadi yang paling berat dan krusial.

Dengan rute sepanjang 150 kilometer dari RTH Maron Genteng menuju Paltuding Ijen, pembalap akan dihadapkan pada tanjakan ekstrem di lereng Gunung Ijen.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, TdBI adalah mimpi Kabupaten Banyuwangi untuk menyajikan sebuah event yang bukan sekedar ajang balap sepeda.

Event yang digelar sejak tahun 2012 ini diproyeksikan menjadi sebuah kegiatan yang tak hanya menjadi kegiatan olahraga tapi juga etalase untuk bisa menampilkan keindahan Banyuwangi kepada dunia.

"Hari ini, visi yang berani itu telah berkembang menjadi kenyataan yang melampaui harapan tertinggi kami,’’ kata Ipuk

Selama satu dekade terakhir, Tour de Banyuwangi Ijen telah menarik tim dan pembalap dari seluruh dunia, masing-masing tertarik oleh janji rute yang menantang yang melintasi beberapa lanskap Indonesia yang paling menakjubkan.

Dari pantai-pantai yang masih asli dengan air sebening kristal hingga hutan-hutan hijau subur dan perbukitan, TdBI menawarkan perjalanan melalui jantung surga timur Jawa.

"Gunung Ijen yang megah, dengan fenomena api biru yang unik, berfungsi sebagai latar belakang ikonik sekaligus pengingat akan keajaiban alam yang menjadikan Banyuwangi benar-benar luar biasa,’’ paparnya.

Chairman Tour de Banyuwangi Ijen Guntur Priambodo mengatakan, TdBI adalah kombinasi menarik antara ajang olahraga dan promosi pariwisata di Banyuwangi.

Acara ini merupakan edisi ke-10 sejak pertama kali diselenggarakan, mengikuti kesuksesan acara sebelumnya pada tahun 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2024. TdBI 2025 tercatat sebagai edisi spesial, yaitu edisi ke-10 yang disebut dekade TdBI.

Dia menambahkan, TdBI 2025 akan diikuti oleh 20 tim balap, baik tim domestik maupun internasional yang mewakili lebih dari 24 negara. Acara ini akan diliput oleh media massa nasional dan internasional.

Oleh karena itu, ajang ini merupakan kesempatan emas untuk memperkenalkan lokasi-lokasi wisata Banyuwangi ke seluruh dunia dengan menyajikan konsep kolaborasi antara olahraga dan pariwisata.

TdBI diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung di Banyuwangi, meningkatkan pendapatan daerah, serta ekonomi masyarakat.

"Komitmen dan kerja keras dari semua pemangku kepentingan, pejabat terkait, dan penyelenggara sangat dibutuhkan untuk membuktikan bahwa Tour de Banyuwangi Ijen 2025 tidak hanya menjadi kejuaraan olahraga,’’ tegas Guntur. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#TDBI 2025 #uci #tour de banyuwangi ijen #balap sepeda #banyuwangi