Gol semata wayang Bukayo Saka di awal babak kedua menjadi pembeda dalam laga ini. Meski Milan pada akhirnya memenangkan adu penalti hiburan usai pertandingan berakhir.
Kendati demikian, para pendukung The Gunners tetap bersorak puas menyambut kemenangan dalam waktu normal. Pertandingan ini menjadi ajang unjuk kemampuan bagi para pemain lama, rekrutan baru, hingga talenta muda yang mendapat kesempatan dari Mikel Arteta.
Babak pertama berjalan nyaris tanpa gebrakan berarti. Boleh jadi disebabkan kedua tim belum bermain selama dua bulan terakhir. Namun, di tengah ritme lambat, satu nama tampil menonjol, Ethan Nwaneri.
Ditempatkan di sisi kanan dari tiga gelandang, pemain berusia 18 tahun ini membuat lini belakang Milan kalang kabut lewat akselerasi dan teknik individunya. Aksi mengecoh bek tangguh Strahinja Pavlovic di sisi lapangan menjadi sorotan tersendiri.
Meski peluang itu tak berbuah gol. Tak lama berselang, Nwaneri hampir mencetak gol spektakuler lewat tendangan voli dari jarak 20 meter. Tendangannya memaksa kiper Milan, Pietro Terracciano, melakukan penyelamatan gemilang.
Penampilan gemilang ini datang hanya beberapa hari setelah laporan bahwa Nwaneri telah menyepakati kontrak jangka panjang bersama Arsenal. Meski klub London Utara itu dikaitkan dengan gelandang Crystal Palace, Eberechi Eze.
Aksi Nwaneri kali ini memberi sinyal bahwa ia bisa menjadi pesaing serius Martin Odegaard di lini tengah musim depan.
Di babak kedua, Mikel Arteta mulai merotasi pemain dengan memberi kesempatan kepada para pemain muda. Dua nama termuda dalam skuad, Max Dowman dan Marli Salmon yang sama-sama berusia 15 tahun diturunkan selama 30 menit terakhir.
Dowman menggantikan Saka di sisi kanan serangan dan menunjukkan ketenangan yang jarang terlihat dari pemain seusianya. Ia menciptakan peluang, memenangkan tendangan bebas, dan sukses mengeksekusi penalti saat adu tos-tosan.
Sementara itu, Salmon yang menggantikan William Saliba di jantung pertahanan tampil cukup meyakinkan meski gagal dalam eksekusi penalti penentu. Umpan panjangnya ke Reiss Nelson menjadi salah satu momen terbaik dari sang bek muda.
Meskipun debut Premier League musim ini belum tentu datang bagi keduanya, Dowman dan Salmon sama sekali tidak terlihat gentar menghadapi lawan berpengalaman.
Disisi lain tiga rekrutan anyar Arsenal yang dibawa ke Singapura yakni Christian Norgaard, Martin Zubimendi, dan Kepa Arrizabalaga semuanya mencatatkan menit bermain dalam laga ini.
Norgaard yang dimainkan sejak awal tampil cukup hati-hati dan beberapa kali kehilangan bola. Namun, Zubimendi yang masuk di babak kedua tampil menjanjikan.
Ia mampu menunjukkan kualitas sebagai gelandang jangkar dengan kontribusi defensif solid serta beberapa umpan kunci ke lini depan.
Sementara itu, Kepa yang didatangkan dengan mahar £5 juta tak banyak mendapat ancaman selama 90 menit.
Namun, saat adu penalti, mantan kiper Chelsea itu tampil gemilang dengan tiga penyelamatan, dua di antaranya dilakukan secara beruntun untuk memaksa adu penalti masuk ke fase sudden death.
Meski perebutan posisi kiper utama dengan David Raya masih sangat berat, kehadiran Kepa sebagai pesaing serius bisa menjadi nilai plus bagi Arsenal musim ini.
Arsenal akan kembali bertanding dalam tiga hari ke depan melawan Newcastle United. Fokus kini tertuju pada kemungkinan dua pemain anyar, Cristhian Mosquera dan Viktor Gyokeres, melakukan debut mereka di laga akhir pekan ini. (*)
Editor : Niklaas Andries