RADARBANYUWANGI.ID - Florian Wirtz tak butuh waktu lama untuk membuat suporter Liverpool jatuh cinta.
Dalam debut tidak resminya melawan Stoke City, bintang muda Jerman itu langsung mencatatkan dua assist.
Tentu ini menunjukkan kualitas yang membuatnya dipuji sebagai salah satu rekrutan terbaik The Reds dalam beberapa tahun terakhir.
Wirtz, yang didatangkan dari Bayer Leverkusen dengan nilai transfer fantastis mencapai £116 juta (sekitar Rp2,6 triliun). Dalam laga ujicoba ini ia mengenakan nomor punggung 58.
Meski laga melawan Stoke City digelar secara tertutup di pusat latihan Liverpool, penampilan Wirtz tetap menjadi perbincangan hangat.
Ia berkontribusi dua assist, masing-masing untuk Darwin Nunez dan Rio Ngumoha dalam kemenangan telak 5-0 yang sekaligus menjadi ujian awal era pelatih Arne Slot.
Tak butuh waktu lama, pujian pun berdatangan. Fans Liverpool membanjiri media sosial dengan komentar positif.
“Premier League belum siap dengan Wirtz. Dia pemain generasi emas,” tulis salah satu fans di X (Twitter).
“Baru satu laga, tapi teknik dan visinya sudah beda kelas. Worth every penny,” tambah akun lainnya dikutip dari SportBible.
Pujian Tinggi & Ekspektasi Besar
Penampilan impresif ini semakin menegaskan status Wirtz sebagai rekrutan elite.
Ia disebut-sebut akan menjadi pengatur ritme baru Liverpool, pengganti jangka panjang untuk Thiago Alcantara atau bahkan James Milner dalam peran dinamis.
Jurnalis The Times bahkan menyebut Wirtz sebagai “investasi paling cerdas Liverpool dalam satu dekade terakhir”, seraya menambahkan bahwa nilai transfernya akan terlihat murah dalam waktu dekat jika ia tampil konsisten.
Kritik dari Jerman: “Harusnya ke Bayern!”
Namun tidak semua pihak senang dengan kepindahan Wirtz ke Inggris. Eks pemain timnas Jerman Jonas Hector mengkritik keputusan sang gelandang dan menyebut Liverpool hanya menang secara finansial.
“Saya ingin dia ke Bayern, tapi pada akhirnya ini soal uang. Liverpool berada dalam posisi keuangan yang lebih baik,” kata Hector kepada FourFourTwo.
Kritik tersebut memunculkan narasi baru bahwa tekanan besar kini ada di pundak Wirtz.
Dengan banderol mahal dan embel-embel “world class”, ekspektasi terhadap performanya akan terus menanjak.
Namun Wirtz tampaknya tak terganggu dengan ekspektasi tinggi itu. Dalam wawancara pertamanya setelah resmi bergabung, ia mengatakan bahwa pilihannya ke Liverpool adalah demi meraih trofi dan berkembang sebagai pemain.
“Saya ingin berada di tempat yang bisa memenangkan segalanya, setiap musim,” ujar Wirtz kepada Liverpool Offside.
Florian Wirtz membuka lembaran barunya di Liverpool dengan penuh keyakinan dan kualitas.
Meski baru satu laga uji coba, ia sudah memberi sinyal bahwa dirinya siap jadi pusat permainan The Reds. Kini, tantangannya adalah menjaga konsistensi dan membuktikan bahwa label harga mahal itu memang layak.
Editor : Agung Sedana