RADARBANYUWANGI.ID - Balapan Formula 1 akan kembali memanas dengan digelarnya Grand Prix Belgia 2025 di sirkuit legendaris Spa-Francorchamps.
Setelah jeda singkat usai GP Inggris, para pembalap dan tim menghadapi tantangan baru yang tidak hanya datang dari lintasan, tetapi juga dari dinamika internal yang berubah drastis.
Red Bull Tampil Tanpa Christian Horner untuk Pertama Kalinya
Salah satu sorotan terbesar adalah absennya Christian Horner dari jajaran manajemen Red Bull Racing.
Setelah menjabat sebagai Team Principal dan CEO selama lebih dari satu dekade, Horner resmi dilepas hanya tiga hari setelah GP Inggris.
Di bawah kepemimpinannya, Red Bull meraih delapan gelar pembalap dan enam gelar konstruktor, menjadikannya salah satu tokoh paling sukses dalam sejarah F1 modern. Posisinya kini digantikan oleh Laurent Mekies, mantan kepala tim Racing Bulls.
Mekies diharapkan mampu membalikkan keadaan, terutama setelah performa Red Bull merosot drastis dan kini berada di posisi keempat klasemen konstruktor.
Masa Depan Verstappen Jadi Tanda Tanya
Pergantian kepemimpinan ini menambah spekulasi tentang masa depan Max Verstappen di tim. Beberapa pekan terakhir, muncul rumor tentang kemungkinan kepindahannya ke Mercedes.
Meskipun kontraknya dengan Red Bull berlaku hingga 2028, spekulasi semakin liar setelah penggemar melacak aktivitas jet pribadi dan kapal pesiar yang diduga milik Verstappen dan Toto Wolff berada di lokasi yang sama di Sardinia.
Walaupun bisa saja kebetulan, pertanyaan tentang potensi pertemuan antara kedua pihak dipastikan akan menjadi bahan utama di konferensi pers menjelang balapan.
Kebangkitan Sauber dan Momen Bersejarah Hulkenberg
Selain drama di Red Bull, perhatian juga tertuju pada Nico Hulkenberg yang akhirnya meraih podium pertamanya di F1 pada GP Inggris. Ini juga menjadi podium pertama bagi tim Sauber dalam 13 tahun terakhir.
Setelah membawa pembaruan besar sejak GP Spanyol, Sauber mencetak 35 poin dalam empat balapan terakhir dan menjadi tim dengan performa keempat terbaik saat ini. GP Belgia akan menjadi ujian penting untuk mempertahankan momentum tersebut.
Ferrari Bangkit dengan Fokus Baru
Ferrari juga menunjukkan tren positif. Meskipun belum meraih kemenangan di musim 2025, tim asal Italia ini konsisten menempatkan pembalapnya di lima besar sejak GP Imola.
Selain pengembangan aerodinamika, fokus utama mereka adalah peningkatan pada sistem suspensi belakang yang selama ini menjadi kendala bagi Charles Leclerc dan Lewis Hamilton.
Tes rahasia di Mugello digunakan Ferrari untuk menguji peningkatan teknis tersebut, yang bisa menjadi kunci untuk meraih kemenangan di paruh kedua musim.
Sirkuit Spa-Francorchamps
Tidak ada tempat yang lebih cocok untuk menyambut kembalinya drama F1 selain Spa-Francorchamps.
Sirkuit ini terkenal dengan kombinasi kecepatan tinggi, tikungan ikonik seperti Eau Rouge dan Blanchimont, serta cuaca yang sering tak terduga.
GP Belgia 2025 juga akan menampilkan format Sprint, menambah intensitas akhir pekan balapan. Musim lalu, sesi Sprint di Spa berlangsung dalam kondisi basah, memberikan tontonan yang penuh aksi. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.
Editor : Lugas Rumpakaadi