Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kisah Comeback Jorge Martin, Dari Paru-Paru Kolaps ke Top 5 di GP Ceko

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 19 Juli 2025 | 19:27 WIB
Jorge Martin kembali ke lintasan di GP Ceko setelah cedera parah.
Jorge Martin kembali ke lintasan di GP Ceko setelah cedera parah.

RADARBANYUWANGI.ID - Setelah absen di 10 dari 11 seri MotoGP musim ini, Jorge Martín akhirnya kembali tampil di Grand Prix Republik Ceko di Brno.

Juara dunia bertahan ini sempat menepi lama akibat cedera serius, patah tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki dalam kecelakaan pramusim, disusul cedera lebih parah saat debut bersama Aprilia di Qatar yang menyebabkan paru-paru kolaps dan memar di tulang rusuk.

Kondisi tersebut membuat Martín hanya menyelesaikan satu balapan sprint di posisi ke-16 sepanjang musim, hingga akhirnya ia kembali ke atas motor balap dalam sesi latihan bebas kedua di Brno, Jumat (18/7) kemarin. “Saya sangat merindukan perasaan ini dan mencoba fokus penuh hari ini,” ujar Martin.

Hasil Latihan Bebas Brno: Posisi Kelima yang Sarat Makna

Dalam sesi latihan bebas yang diguyur hujan, Jorge Martin sukses mengamankan posisi kelima. Meski baru pertama kali menunggangi Aprilia dalam kondisi basah, ia menunjukkan adaptasi luar biasa dan konsistensi yang mengesankan.

“Garis kering di beberapa tikungan sangat sempit. Sulit untuk konsisten, terutama setelah lama absen,” jelasnya.

Namun, performa Martin bukan hanya tentang angka. Posisinya di lima besar menjadi simbol kembalinya mental dan fisiknya sebagai pembalap kompetitif.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa emosinya lebih dipicu oleh fakta bahwa dirinya bisa kembali balapan, bukan hanya oleh hasil yang diraih.

Perjalanan Menuju Brno: Dari Fisioterapi ke Polemik Kontrak

Perjalanan menuju GP Ceko bukan hanya soal pemulihan cedera. Martin juga harus menghadapi polemik kontrak dengan tim Aprilia, di mana ia sempat ingin hengkang.

Meski akhirnya tetap bertahan hingga musim 2026, tensi dengan tim menjadi salah satu beban non-teknis yang harus ia atasi.

Namun, pembalap berjuluk "Martinator" tersebut memilih berdamai dengan situasi. Didukung oleh sesi tes pribadi di Misano, ia mengumpulkan cukup kepercayaan diri untuk kembali bersaing di lintasan.

Kini, fokusnya adalah membangun performa dengan motor Aprilia yang dikembangkan bersama Marco Bezzecchi.

“Sekadar berada di Brno membuktikan keberanian saya,” ujar Martin dalam konferensi pers jelang balapan.

Ekspektasi Sisa Musim: Bukan Mengejar Gelar, Tapi Mengukir Kelas

Peluang juara dunia bagi Martin sudah nyaris tertutup, dengan Marc Marquez memimpin klasemen dengan 344 poin, disusul adiknya Alex Márquez di posisi kedua.

Target Martin bukan lagi perebutan titel. Tapi ia tetap menyimpan ambisi besar untuk membuktikan bahwa ia belum habis.

Masih ada beberapa seri tersisa di musim ini, dan Martin bertekad menunjukkan kualitasnya sebagai juara dunia.

Posisi lima besar di Brno adalah langkah awal untuk kembali kompetitif dan menanamkan fondasi kuat untuk musim depan. (*)


Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Jorge Martin #motogp #brno