RADARBANYUWANGI.ID - Sekolah Rakyat (SR) Banyuwangi resmi diluncurkan pada Senin (14/7).
Meski memiliki sistem pembelajaran yang berbeda dengan sekolah reguler, SR tetap mengacu pada Kurikulum Merdeka yang kini menjadi standar pendidikan nasional.
Kepala SR Banyuwangi Chitra Arti Maharani mengatakan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di SR akan disesuaikan agar lebih fleksibel.
Terutama karena pembelajaran di SR menggunakan sistem asrama atau boarding school yang berbeda dengan sekolah pada umumnya.
“Kami tetap mengacu pada Kurikulum Merdeka, namun sistemnya kami sesuaikan agar lebih fleksibel. SR menggunakan pendekatan multi-entry dan multi-exit yang memungkinkan pembelajaran dengan waktu dan metode yang lebih adaptif,” ujar Chitra.
Sistem multi-entry dan multi-exit pada Kurikulum Merdeka yang diterapkan di SR memungkinkan siswa untuk menyesuaikan program pembelajaran pada waktu yang berbeda.
Hal ini memberikan keleluasaan bagi peserta didik dalam mengikuti proses belajar sesuai kebutuhan masing-masing.
SR Banyuwangi juga telah mengadopsi sistem Learning Management System (LMS) dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang disiapkan secara digital guna mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi.
Tak hanya fokus pada kurikulum utama, SR di Banyuwangi juga menghadirkan program pengayaan yang berisi pembelajaran bahasa Inggris dan Teknologi Informasi (TI).
Program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan siswa dalam menghadapi tantangan global.
“Nanti dalam praktiknya kami akan memanfaatkan lokasi Balai Diklat PNS di Kecamatan Licin yang menjadi tempat pembelajaran SR. Tempat ini juga berdekatan dengan destinasi wisata internasional, yakni Gunung Kawah Ijen. Destinasi ini banyak dikunjungi wisatwan dari luar negeri sehingga ke depan bisa dimanfaatkan sebagai tempat praktik oleh para siswa SR,” jelas Chitra. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)
Editor : Ali Sodiqin