Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Marc Marquez Punya Lawan Baru, Marco Bezzecchi Bangkit di MotoGP 2025

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 17 Juli 2025 | 20:07 WIB
Bezzecchi tuai pujian dari Marquez dan Bagnaia usai tampil kuat di MotoGP Jerman 2025.
Bezzecchi tuai pujian dari Marquez dan Bagnaia usai tampil kuat di MotoGP Jerman 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - Performa impresif Marco Bezzecchi di MotoGP 2025 membuat dua pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, kompak mengakui potensi besar sang rider Aprilia.

Meski gagal finis di MotoGP Jerman 2025, Bezzecchi dianggap sebagai satu-satunya pembalap non-Ducati yang mampu bersaing di level tertinggi musim ini.

Penampilan Mengesankan Sebelum Kecelakaan

Balapan utama di Sirkuit Sachsenring, Jerman pada Minggu (13/7) menjadi saksi kehebatan Bezzecchi.

Ia memulai balapan dari barisan depan dan berhasil mengamankan posisi kedua setelah memanfaatkan insiden yang menimpa Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46).

Sayangnya, harapan untuk naik podium pupus ketika Bezzecchi terjatuh di tikungan pertama pada lap ke-21.

Sebelumnya, Bezzecchi berhasil finis kedua dalam balapan sprint dan menunjukkan konsistensi sepanjang akhir pekan.

Kesalahannya dalam pengereman yang menurutnya terlalu lembut dibandingkan lap sebelumnya membuat motornya kehilangan traksi depan dan akhirnya terjatuh.

“Motor-motor ini dirancang untuk selalu dipacu maksimal. Kalau terlalu hati-hati, justru bisa berujung kesalahan,” jelas Bezzecchi usai balapan.

Tanda Bahaya bagi Ducati

Setelah balapan, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia terlihat berdiskusi ringan di ruang istirahat sebelum naik podium. Keduanya sepakat bahwa Bezzecchi kini menjadi ancaman serius.

Bagnaia bahkan menyebut Bezzecchi sebagai satu-satunya pembalap non-Ducati yang konsisten tampil kuat.

“Bez menjadi satu-satunya pembalap non-Ducati yang kuat,” ujar Bagnaia. Marquez pun menimpali, “Dia kuat di setiap balapan.”

Komentar ini bukan tanpa alasan. Bezzecchi, yang merupakan anak didik Valentino Rossi, kini masuk dalam enam besar klasemen MotoGP 2025 bersama Johann Zarco, dua rider non-Ducati yang pernah meraih kemenangan musim ini.

Realitas Motor Balap yang Tak Dirancang untuk Kenyamanan

Insiden Bezzecchi di Sachsenring juga membuka mata banyak pihak soal realitas motor balap. Banyak yang masih menganggap bahwa motor balap adalah motor paling nyaman karena komponennya mahal dan teknologinya canggih.

Namun kenyataannya, motor balap justru sangat sulit dikendalikan jika tidak dipacu maksimal. Suspensi motor balap dibuat keras untuk stabilitas maksimal saat menikung dalam kecepatan tinggi.

Setang motor juga lebih kaku, membuatnya sulit dibelokkan dalam kecepatan rendah. Posisi duduk pembalap juga tidak dirancang untuk kenyamanan, melainkan untuk mengurangi hambatan angin dan menjaga kestabilan motor.

Dengan semua tantangan itu, wajar jika kesalahan kecil seperti pengereman yang tidak maksimal bisa berujung pada kecelakaan.

Evaluasi dan Harapan Bezzecchi ke Seri Berikutnya

Bezzecchi mengakui bahwa insiden di Sachsenring meninggalkan kekecewaan mendalam. Meski demikian, ia tetap melihat sisi positif dari progres yang ditunjukkan dirinya dan tim Aprilia.

“Sekarang rasanya masih 60 persen kecewa, 40 persen puas. Tapi mungkin besok, proporsinya bisa terbalik,” ujarnya optimis.

Bezzecchi akan kembali berlaga di MotoGP Republik Ceko, seri terakhir sebelum libur musim panas. Seri ini juga akan menjadi ajang comeback Jorge Martin setelah absen cukup lama akibat cedera.

Bezzecchi menegaskan dirinya tidak terintimidasi oleh rekan setimnya tersebut dan akan tetap fokus pada performanya sendiri. (*)


Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Marco Bezzecchi #marc marquez #MotoGP Jerman 2025 #Fransesco Bagnaia