RADARBANYUWANGI.ID - Isu besar sedang mengguncang paddock MotoGP menyusul kabar mengejutkan yang mencuat dari Sachsenring, Jerman, saat gelaran MotoGP 2025 berlangsung.
Tanpa angin dan hujan, tersiar rumor bahwa Ducati tengah mempertimbangkan langkah ekstrem yakni menukar posisi Francesco "Pecco" Bagnaia dengan Fabio Di Giannantonio (Diggia) untuk musim 2026.
Jika terealisasi, maka skenario besar ini akan menempatkan Diggia sebagai tandem Marc Marquez di tim utama Ducati Lenovo, sementara Bagnaia akan membalap untuk tim milik Valentino Rossi, yakni Pertamina Enduro VR46 Racing Team.
Komentar Manajer VR46 dan Tanggapan Ducati
Pernyataan dari manajer VR46, Pablo Nieto, memperkuat rumor ini. Ia menyatakan tidak menutup kemungkinan akan ada pertukaran pembalap antara timnya dengan Ducati. “Kami menunggu. Dalam MotoGP, semuanya bisa terjadi,” ujarnya dikutip dari Paddock-GP.
Sementara itu, dari pihak Ducati, meskipun belum ada pernyataan resmi terkait transfer tersebut, CEO Claudio Domenicali dan manajer tim Davide Tardozzi mengakui bahwa performa Pecco saat ini menjadi perhatian serius.
Dengan Marc Marquez yang tampil superior dan memuncaki klasemen MotoGP 2025 dengan 344 poin, posisi Pecco yang tertinggal jauh menimbulkan spekulasi tentang masa depannya.
Pedro Acosta Jadi Alternatif Strategi Ducati?
Di tengah rumor pertukaran Diggia-Pecco, Ducati sebenarnya juga dikabarkan tengah membidik Pedro Acosta, pembalap muda berbakat dari KTM. Sayangnya, KTM enggan melepas talenta asal Spanyol tersebut dalam waktu dekat.
Ducati melihat potensi menempatkan Acosta di tim satelit seperti VR46, mengingat struktur kontraktual Ducati memungkinkan mereka menentukan line-up pembalap di tim satelit. Namun, hingga kini, peluang ini masih tertutup rapat.
Bagnaia dalam Tekanan Akibat Performa yang Menurun
Pecco Bagnaia sendiri berada dalam situasi sulit. Dalam balapan di Sachsenring, ia hanya mampu finis di posisi ketiga, jauh di bawah rekan setimnya Marc Marquez dan adik Marquez, Alex, yang menunggangi motor Ducati Gresini.
Bagnaia juga mengeluhkan minimnya grip dan tidak menemukan arah dalam pengembangan motornya.
“Saya kecewa dan marah. Saya tidak tahu apa yang salah. Rasanya seperti kehilangan arah sepenuhnya,” keluhnya dalam wawancara dengan Motorsport.com.
Petinggi Ducati pun mengakui bahwa mereka harus bekerja keras menemukan solusi. “Kami percaya pada Pecco, tetapi performanya harus segera kembali,” ujar Davide Tardozzi.
Realistis atau Gila?
Ide menukar Pecco Bagnaia, juara dunia dua kali, dengan Fabio Di Giannantonio memang terdengar ekstrem.
Namun dalam ajang MotoGP, tidak ada yang bisa dianggap mustahil. Meski keduanya masih terikat kontrak hingga akhir 2026, Ducati memiliki kendali penuh atas struktur pembalap di tim pabrikan dan satelitnya.
Hal serupa pernah dilakukan Ducati ketika memindahkan pembalap antara Pramac dan tim utama. Jika Diggia benar-benar naik ke tim utama, ini akan menjadi lompatan besar dalam kariernya.
Sebaliknya, Pecco mungkin akan menikmati suasana baru bersama tim VR46 dan kemungkinan mendapatkan spek motor yang lebih sesuai dengan gaya balapnya. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.
Editor : Lugas Rumpakaadi