Dalam regulasi tersebut disebutkan setiap klub bisa mendaftarkan hingga 11 pemain asing dan hanya maksimal delapan pemain saja yang boleh masuk ke dalam daftar susunan pemain (DSP).
Keputusan dari penetapan regulasi ini berpotensi membawa efek domino bagi sepak bola Indonesia. Salah satunya terkait potensi pemain lokal yang bisa terpinggirkan.
Sementara itu sebagai perbandingan, operator Liga Super Malaysia baru saja mengeluarkan perubahan regulasi terbarunya.
Fokus salah satu aturan yang dirubah yakni terkait kuota pemain asing. Bedanya,
Malaysian Football League (MFL) menetapkan kuota pemain asing dalam satu tim sebanyak 15 pemain.
Namun pemain yang diizinkan bermain hanya 6 plus 3 (cadangan) dengan komposisi 4 pemain asing bebas, 1 pemain Asia, dan 1 pemain ASEAN.
Regulasi ini berbeda dari yang sebelumnya saat menggunakan format 7+2 (cadangan) yang terdiri dari 4 pemain bebas, 1 pemain Asia, dan 2 pemain ASEAN.
Tujuan perubahan regulasi pemain asing di lapangan ini karena MFL ingin menciptakan keseimbangan dalam susunan pemain inti.
Keputusan ini juga datang dari masukan-masukan klub-klub di Liga Super Malaysia.
Di sisi lain, alasan pengurangan kuota pemain ASEAN ini juga dianggap bahwa pemain asal ASEAN kurang berdampak besar pada performa tim
Meski jumlah pemain asing yang bisa didaftarkan dalam satu tim 15 pemain. MFL tidak mewajibkan setiap klub untuk memenuhi kuota tersebut. (*)
Editor : Niklaas Andries