Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mantan Sosok Penting Renault, Alan Permane Pimpin Racing Bulls

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 11 Juli 2025 | 16:39 WIB
Perjalanan panjang Alan Permane hingga ditunjuk memimpin Racing Bulls.
Perjalanan panjang Alan Permane hingga ditunjuk memimpin Racing Bulls.

RADARBANYUWANGI.ID - Formula 1 (F1) kembali menjadi sorotan publik usai pengumuman penting dari tim Racing Bulls.

Pada bulan Juli 2025, Alan Permane ditunjuk sebagai Team Principal tim tersebut, menggantikan Laurent Mekies yang kini menjabat sebagai CEO Red Bull pasca keluarnya Christian Horner.

Alan Permane memulai kariernya di dunia balap setelah menyelesaikan program magang di bidang teknik elektro.

Pada tahun 1989, ia bergabung dengan tim Benetton, yang menjadi titik awal perjalanan panjangnya di Formula 1. Ia mengenang masa itu sebagai momen yang luar biasa.

“Saya baru berusia 22 tahun dan mendapat pekerjaan di F1. Itu adalah pengalaman yang luar biasa,” ungkapnya dalam podcast Beyond The Grid.

Permane awalnya bekerja di pabrik, namun segera berpindah ke posisi engineer tim uji coba dan bergabung dengan tim balap pada 1990 di Grand Prix Amerika Serikat.

Selama berada di Benetton, Permane turut menikmati masa kejayaan tim tersebut, termasuk meraih gelar juara dunia konstruktor tahun 1995 dan menjadi saksi kejayaan Michael Schumacher.

Tahun 1996, ia menjadi asisten race engineer untuk Jean Alesi dan setahun berikutnya dipromosikan sebagai race engineer.

Perannya berlanjut hingga 2006, saat tim telah berganti nama menjadi Renault. Ia bekerja dengan banyak pebalap ternama, seperti Giancarlo Fisichella dan Jarno Trulli, dan turut merayakan kemenangan Trulli di Monaco GP 2004.

Sebagai race engineer, ia menyebut masa itu sebagai bagian terbaik dalam kariernya. “Itu bagian hebat dari karier saya, dan saya masih merindukannya,” katanya.

Pada 2007, Permane diangkat menjadi Chief Race Engineer dan mulai menangani semua aktivitas teknik di sirkuit.

Ia mendampingi tim melalui berbagai perubahan nama, termasuk saat menjadi Lotus dari 2012 hingga 2015.

Salah satu momen paling dikenal publik terjadi pada GP India 2013, ketika ia menginstruksikan Kimi Raikkonen untuk memberi jalan kepada Romain Grosjean dengan perintah keras via radio. Meski kontroversial, ia mengakui hal tersebut dilandasi rasa frustrasi demi kepentingan tim.

Tahun 2016, Renault kembali mengambil alih tim dan Permane dipromosikan menjadi Sporting Director.

Di bawah rebranding menjadi Alpine pada 2020, tim tersebut mencapai kemenangan mengejutkan di Hungarian GP 2021 melalui Esteban Ocon.

Namun, dinamika internal membuat Permane dan Otmar Szafnauer meninggalkan tim menjelang GP Belgia 2023, mengakhiri masa pengabdian selama 34 tahun di tim yang bermarkas di Enstone.

Setelah vakum selama beberapa waktu, Permane bergabung dengan tim RB (saat itu nama Racing Bulls) pada Januari 2024 sebagai Racing Director, di bawah Laurent Mekies.

Kini, ia naik jabatan sebagai Team Principal, sementara Mekies menempati posisi CEO Red Bull. Permane menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan.

“Saya merasa terhormat mengambil peran ini dan siap bekerja sama dengan Peter Bayer untuk melanjutkan kemajuan tim,” ujarnya.

Langkah ini menandai babak baru dalam perjalanan panjang Alan Permane di dunia F1, sekaligus membuka harapan baru bagi Racing Bulls untuk tampil lebih kompetitif di musim-musim mendatang. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Racing Bulls #alan permane #f1