RADARBANYUWANGI.ID - Ajang Formula 1 (F1) Inggris 2025 di Silverstone menyuguhkan drama tersendiri, terutama bagi tim Haas.
Dua pembalap mereka, Esteban Ocon dan Ollie Bearman, sama-sama gagal mencetak poin setelah insiden tabrakan yang melibatkan keduanya di lap akhir.
Dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah, performa menjanjikan dari keduanya justru berakhir dengan kekecewaan.
Esteban Ocon memulai balapan dari posisi ke-14. Di lap pertama, ia berada di posisi sulit saat diapit oleh Liam Lawson (Racing Bulls) dan Yuki Tsunoda (Red Bull).
Kontak pun tak terhindarkan. Meski mobilnya tetap bisa melanjutkan balapan, Ocon mengaku nyaris mengalami kerusakan fatal. Ia menyebut kejadian itu sebagai “keajaiban” karena mobilnya tetap dalam kondisi baik.
“Tidak ada ruang untuk tiga mobil. Saya mundur, tapi tetap terjadi tabrakan. Saya pikir kami sudah membuat semua keputusan dengan tepat sampai kami tidak mengganti ban intermediate. Itu momen krusial yang luput dari kami,” ungkap Ocon usai balapan.
Kekecewaan Ocon makin bertambah ketika pada lap-lap akhir ia justru bersenggolan dengan rekan setimnya sendiri, Ollie Bearman.
Insiden ini membuat kedua mobil berputar di lintasan. Meskipun keduanya tetap mampu menyelesaikan balapan, mereka gagal masuk sepuluh besar, Bearman finis di P11 dan Ocon di P13.
“Saya kecewa atas insiden dengan Ollie. Saya rasa kami berdua pantas mendapat poin hari ini. Kami akan evaluasi agar tidak mengulangi kesalahan seperti ini,” kata Ocon.
Bagi Ollie Bearman, ini adalah debut kandangnya di F1 yang cukup emosional. Ia start dari posisi ke-18 setelah menerima penalti akibat pelanggaran saat sesi latihan.
Bearman mengambil risiko dengan mengganti ke ban slick di akhir Formation Lap, namun strategi itu terbukti tidak tepat karena hujan kembali turun.
Bearman juga terlibat insiden dengan Yuki Tsunoda, yang berujung penalti 10 detik untuk pembalap Red Bull tersebut.
Namun, kontak dengan Ocon menjadi momen paling disayangkan. Meski kecewa, Bearman tetap optimis.
“Saya belajar banyak dari balapan ini. Mobil terasa cepat sepanjang akhir pekan, dan saya punya kepercayaan diri tinggi,” ujar pembalap berusia 20 tahun tersebut.
Haas perlu melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah insiden serupa terjadi di seri-seri F1 berikutnya.
Persaingan internal yang seharusnya mendongkrak performa tim, justru menjadi bumerang. Baik Ocon maupun Bearman menunjukkan potensi besar, namun komunikasi tim dan strategi harus lebih solid agar dapat berbuah hasil positif. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi