Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Akhir Pekan Sulit di F1 GP Inggris 2025, Ferrari Salahkan Cuaca dan Strategi

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 9 Juli 2025 | 16:04 WIB
Ferrari kesulitan selama balapan F1 GP Silverstone Inggris 2025 karena cuaca dan strategi tim.
Ferrari kesulitan selama balapan F1 GP Silverstone Inggris 2025 karena cuaca dan strategi tim.

RADARBANYUWANGI.ID - Ajang Formula 1 (F1) Grand Prix Inggris 2025 menjadi tantangan besar bagi tim Scuderia Ferrari.

Di tengah cuaca yang berubah-ubah di Sirkuit Silverstone, keputusan strategis yang kurang tepat membuat Charles Leclerc harus puas finis di posisi ke-14, sementara Lewis Hamilton, yang tampil cukup kuat, hanya mampu finis keempat dan gagal naik podium.

Team Principal Ferrari, Fred Vasseur, menggambarkan balapan sebagai “akhir pekan yang sulit.” Keputusan Leclerc untuk masuk pit di akhir formation lap dan mengganti ke ban slick menjadi titik balik kegagalan Ferrari.

Keputusan ini ternyata merupakan inisiatif dari Leclerc sendiri, yang dinilai keliru melihat kondisi lintasan yang masih terlalu licin.

“Panggilan datang dari pembalap, tapi saya juga bisa mengatakan tidak. Namun mereka yang berada di lintasan, dan menilai kondisi langsung,” ujar Vasseur.

Leclerc langsung merasakan konsekuensi dari keputusan tersebut saat ia kesulitan menyalip mobil lain karena efek dirty air, menguras ban lebih cepat, dan kehilangan banyak waktu.

Sementara itu, Lewis Hamilton sempat menunjukkan kecepatan kompetitif ketika lintasan mulai mengering.

Namun, Ferrari dinilai melakukan kesalahan strategi dengan melakukan pit stop satu lap terlalu awal untuk mengganti ke ban slick.

Ini menyebabkan Hamilton tergelincir di beberapa tikungan dan kehilangan waktu krusial untuk mengejar Nico Hulkenberg dari Kick Sauber yang mengunci podium ketiga.

Vasseur mengakui bahwa keputusan strategis di pit wall sangat sulit, terutama karena tim kehilangan sinyal GPS dari mobil Hamilton sepanjang balapan.

“Kami benar-benar buta. Kami tidak tahu posisi mobilnya secara real-time, dan itu membuat pengambilan keputusan makin rumit,” tambahnya.

Dengan musim 2025 yang sudah mencapai paruh waktu, Ferrari kini duduk di posisi kedua klasemen konstruktor.

Namun, selisih 238 poin dari pemimpin klasemen, McLaren, membuat peluang mereka untuk mengejar gelar juara sangat kecil.

Vasseur secara realistis menyatakan bahwa McLaren memiliki keunggulan yang signifikan, baik dalam kecepatan maupun konsistensi.

Namun, Ferrari masih melihat peluang untuk bersaing ketat dengan Mercedes dan Red Bull dalam memperebutkan kemenangan di sisa balapan.

“Bahkan jika kami menang di semua balapan tersisa, belum tentu kami bisa menjadi juara. Tapi kami masih berjuang untuk menang dan itu penting untuk moral tim,” pungkas Vasseur. (*)


Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#charles leclerc #gp inggris 2025 #lewis hamilton #ferrari #fred vasseur #f1