RADARBANYUWANGI.ID - Grand Prix Inggris F1 2025 menjadi mimpi buruk bagi tim Racing Bulls.
Kedua pembalap mereka, Liam Lawson dan Isack Hadjar, tidak mampu menyelesaikan balapan setelah terlibat dalam insiden terpisah yang menyebabkan keduanya harus keluar dari lomba lebih awal.
Kondisi ini memukul performa tim secara keseluruhan dan berdampak pada posisi mereka di klasemen konstruktor.
Liam Lawson menjadi pembalap pertama yang tersingkir dari balapan setelah insiden dengan Esteban Ocon dari tim Haas pada lap pembuka.
Meskipun insiden tersebut dinyatakan sebagai "racing incident" oleh steward, dampaknya cukup fatal bagi Lawson.
Mobilnya mengalami kerusakan yang memaksanya mundur dari balapan, sementara Ocon masih mampu melanjutkan perlombaan.
“Sangat disayangkan karena kami memiliki mobil yang kompetitif hari ini. Dalam balapan seperti ini, apa pun bisa terjadi. Saya tidak mencoba agresif, saya hanya ingin bertahan di lap pertama," ujar Lawson.
Isack Hadjar mengambil keputusan berani dengan masuk pit pada akhir Formation Lap untuk mengganti ban ke tipe slick, mengikuti strategi yang sama dengan beberapa pembalap lain seperti George Russell dan Charles Leclerc.
Sayangnya, keputusan tersebut terbukti keliru karena kondisi lintasan masih terlalu basah. Saat balapan dilanjutkan usai periode Safety Car, Hadjar berada di belakang mobil Mercedes milik Kimi Antonelli.
Namun, begitu Safety Car keluar dari lintasan, Hadjar menabrak bagian belakang mobil Antonelli dalam kondisi visibilitas yang sangat buruk akibat hujan deras. Keduanya harus mengakhiri balapan lebih awal, meski beruntung tidak mengalami cedera serius.
“Saya tidak bisa melihat apa-apa saat restart. Ketika saya melihat lampu merah di belakang mobil Kimi, sudah terlambat. Kami mengambil risiko dengan strategi yang tidak berjalan sesuai harapan,” jelas Hadjar.
Akibat dua kegagalan finis ini, Racing Bulls kehilangan poin penting dan turun dari posisi keenam ke posisi ketujuh dalam klasemen konstruktor.
Mereka kini memiliki poin yang sama dengan Aston Martin, dan juga tertinggal dari tim Kick Sauber yang berhasil mencetak poin di GP Inggris.
Situasi ini tentu menjadi pukulan berat bagi Racing Bulls, mengingat mereka menunjukkan potensi kuat untuk bersaing di papan tengah. Tim satelit Red Bull ini harus segera melakukan evaluasi dan bangkit dalam seri-seri berikutnya. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.
Editor : Lugas Rumpakaadi