Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Regulasi 11 Pemain Asing di Super League Bikin 198 Pemain Lokal Terancam! Ini Dampak Terburuknya

Niklaas Andries • Rabu, 9 Juli 2025 | 15:00 WIB
KRITIS: Nasib Barito Putera ditentukan hasil laga Semen Padang vs Persik Kediri
KRITIS: Nasib Barito Putera ditentukan hasil laga Semen Padang vs Persik Kediri

RADARBANYUWANGI.ID – Keputusan pengelola Liga Indonesia yakni I League menetapkan regulasi 11 pemain asing menuai sorotan dari  Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

Mereka pun turut angkat bicara mengenai perubahan regulasi pemain asing untuk Super League 2025-2026 mendatang. APPI pun meminta agar regulasi itu ditinjau ulang.

Sebab ada konsekuensi yang harus ditanggung dibalik penerapan aturan tersebut. Salah satunya mengancam karier 198 pemain lokal yang berpotensi turun kasta ke liga amatir.

Sekadar diketahui, I League menetapkan regulasi 11 pemain asing untuk Super League 2025-2026. Dalam penerapannya, tiap klub hanya boleh memainkan delapan pemain saja, termasuk dalam daftar susunan pemain (DSP).

Direktur Utama I League, Ferry Paulus menjelaskan bahwa regulasi 11 pemain asing ini ditujukan agar tim Indonesia yang berlaga di kancah Asia dapat tampil maksimal dan meningkatkan kualitas Liga Indonesia.

Pada musim 2025-2026, Indonesia diwakili oleh Persib Bandung di playoff AFC Champions League Two dan Dewa United Banten FC di AFC Challenge League.

APPI menyatakan sebenarnya memahami maksud dan tujuan perubahan aturan guna mencapai target yang dimaksud. Mereka sebenarnya mendukung langkah itu.

"APPI sangat memahami bahwa penambahan kuota pemain asing ini tentu dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dari kompetisi liga dan APPI sangat mendukung tercapainya tujuan tersebut," demikian pernyataan resmi APPI.

"Apalagi bila para pemain asing dapat mentransfer ilmu dan pengalaman mereka kepada pemain lokal kita," tambah APPI dalam laman resminya.

APPI mengingatkan bahwa perubahan regulasi pemain asing tersebut secara langsung berdampak pada pemain lokal. Salah satunya bisa berdampak pada kurangnya menit bermain para pesepak bola nasional.

"Kami sangat menyayangkan bahwa regulasi yang akan secara langsung berimbas terhadap kehidupan para pemain diambil tanpa adanya komunikasi dan diskusi terlebih dahulu dengan para pemain," tutur APPI.

Organisasi pesepak bola Indonesia itu mengklaim telah melakukan survei kepada para pemain. Hasilnya, mayoritas dari mereka mengaku keberatan dengan adanya regulasi tersebut dan menyoroti minimnya kompetisi yang ada di Indonesia.

"Dari survei yang kami lakukan, mayoritas pemain Liga 1 merasa keberatan dengan adanya regulasi tersebut karena secara langsung akan sangat mengurangi menit bermain mereka, dikarenakan saat ini hanya ada 1 kompetisi profesional yang bergulir," tulis APPI.

APPI juga menyatakan regulasi 11 asing ini membuat sebanyak 198 pemain lokal jadi dalam bayang-bayang ancaman turun kasta. Bahkan mereka bisa jadi turun ke level amatir di Liga 3 atau Liga Nusantara.

"Jika setiap klub Super League memaksimalkan kuota 11 pemain asing, maka akan ada 198 pemain lokal super league yang akan kehilangan pekerjaan atau pindah ke Championship," kata APPI.

"Yang berarti akan ada 198 pemain Championship yang akan kehilangan pekerjaannya atau beralih menjadi pemain amatir di Liga 3," imbuh APPI.

Lebih lanjut, APPI sadar persaingan sangat dibutuhkan untuk dapat meningkatkan kualitas pemain. Namun mereka menekankan juga bahwa persaingan semestinya dibuat secara adil.

"Yang dimulai dari fasilitas, infrastruktur dan ekosistem yang berkualitas, seperti negara-negara yang memang industri sepakbolanya telah berjalan dengan baik," tulis APPI.

"Kami sangat berharap regulasi ini dapat ditinjau kembali sesuai dengan situasi sepakbola nasional saat ini," tutupnya. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#regulasi pemain asing #pemain lokal #I League #turun kasta #Super League #liga amatir