RADARBANYUWANGI.ID - Silverstone menjadi saksi sejarah ketika Nico Hulkenberg akhirnya meraih podium pertamanya dalam ajang Formula 1 (F1).
Dalam Grand Prix Inggris 2025 yang berlangsung penuh drama dan tantangan cuaca, pembalap asal Jerman itu berhasil finis di posisi ketiga setelah start dari posisi ke-19.
Ini adalah podium perdana Hulkenberg dalam karier F1-nya dan menjadi salah satu kisah paling menginspirasi musim ini.
Jonathan Wheatley, Team Principal Kick Sauber, menyebut hasil ini sebagai “the most overdue podium in F1 history.”
Bagaimana tidak, Hulkenberg sebelumnya memegang rekor sebagai pembalap dengan jumlah start terbanyak tanpa pernah naik podium, hingga balapan ke-239 ini akhirnya menjadi momen bersejarah.
Keberhasilan Hulkenberg bukanlah kebetulan. Strategi tim yang cermat dalam memilih waktu penggantian ban di tengah kondisi hujan, serta eksekusi di lintasan yang tanpa kesalahan, menjadi kunci kemenangan.
Hulkenberg bahkan sempat menyalip Lance Stroll untuk merebut posisi ketiga dan bertahan meski Lewis Hamilton memberi tekanan besar di lap-lap akhir.
“Dari posisi ke-19 ke podium, ini adalah titik awal terendah dalam sejarah tim kami yang berujung pada podium. Setelah 239 Grand Prix, Nico akhirnya menunjukkan kualitas luar biasanya kepada dunia,” ujar Wheatley.
Capaian ini juga menjadi podium pertama bagi tim Kick Sauber sejak Grand Prix Jepang 2012. Tim yang tengah bersiap untuk rebranding menjadi Audi musim depan ini kini mendapat suntikan semangat besar lewat performa Hulkenberg.
Wheatley, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur di Red Bull, memberikan pujian tinggi atas performa Hulkenberg.
Ia menyebut balapan tersebut sebagai salah satu penampilan terbaik yang pernah ia saksikan di Silverstone.
“Menurut saya, Nico seharusnya sudah mengoleksi podium sejak lama. Tapi hari ini, dia akhirnya mendapatkan yang layak ia terima,” ujarnya.
Selain Hulkenberg, pembalap muda Gabriel Bortoleto juga mendapat sorotan meskipun tidak menyelesaikan balapan.
Ia tetap memilih untuk tinggal di garasi dan mendengarkan komunikasi radio Hulkenberg, menyerap sebanyak mungkin pembelajaran dari seniornya.
“Gabriel punya semangat belajar yang luar biasa. Menyaksikan dan mendengarkan Nico di tengah kondisi balapan yang kacau akan sangat bermanfaat untuk pertumbuhannya,” kata Wheatley.
Dengan perubahan regulasi F1 yang akan berlaku musim depan dan Audi yang akan turun penuh, banyak pihak kini bertanya, akankah ini menjadi awal kebangkitan Nico Hulkenberg menuju kemenangan balapan?
Wheatley meyakini hal itu sangat mungkin. “Jika dia memiliki mobil yang tepat dan kondisi yang mendukung, saya tidak ragu Nico bisa menang,” pungkasnya. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.
Editor : Lugas Rumpakaadi