RADARBANYUWANGI.ID – Kebahagiaan tak bisa disembunyikan dari wajah Megawati Hangestri Pertiwi.
Bintang voli putri Indonesia itu resmi mengakhiri masa lajang usai dipersunting kekasihnya, Dio Novandra Wibawa, dalam prosesi akad nikah yang berlangsung khidmat di Masjid Roudhotul Muchlisin, Kaliwates, Jember, Jumat siang (4/7).
Prosesi sakral itu dimulai tepat pukul 13.00 WIB dan berlangsung sederhana, hanya dihadiri keluarga serta kerabat dekat kedua mempelai.
Momen ijab kabul berlangsung lancar. Dio mengucapkan akad dalam satu tarikan napas, disaksikan para saksi dan wali nikah, Bagus Kurniawan, kakak kandung Megawati.
Usai resmi menjadi istri, Mega—sapaan akrabnya—tak bisa menutupi rasa lega.
Kepada awak media, atlet yang pernah membela klub Red Sparks Korea Selatan itu menyebut hari pernikahannya sebagai penantian panjang yang akhirnya tuntas.
“Tentunya ini yang diharapkan semua orang, menikah, menjadi halal,” ujar Mega dikutip dari kanal YouTube Megawati Smash Up.
Ia mengaku, rencana pernikahan sejatinya sudah disiapkan sejak lama.
“Aku sudah persiapan dari 2011. Harusnya tahun lalu menikah, tapi waktunya kurang pas, akhirnya baru tahun ini,” katanya.
Sementara itu, Dio pun tampak bahagia usai resmi mempersunting atlet voli nasional tersebut.
“Saya senang, terharu, bahagia, luar biasa,” ucap Dio singkat namun penuh makna.
Dalam prosesi tersebut, Dio menyerahkan mahar berupa seperangkat alat salat, emas seberat delapan gram, dan uang tunai sebesar Rp 4.725.000—yang uniknya sesuai dengan tanggal akad, 4 Juli 2025. Semuanya diserahkan secara tunai.
Suasana haru menyelimuti masjid usai akad. Mega yang tampil anggun dalam balutan gaun putih elegan, keluar dari ruangan sambil menggenggam foto almarhum ayahnya.
Ia berjalan didampingi sang ibunda dan ibu mertua, dengan air mata yang mengalir pelan di pipinya.
Tangis itu bukan sekadar tanda haru, melainkan simbol kebahagiaan yang bercampur rindu mendalam kepada sosok ayah yang sudah tiada.
Dengan resminya ikatan suci tersebut, Megawati dan Dio kini menyandang status sebagai suami-istri.
Setelah ini, keduanya dijadwalkan menggelar prosesi ngunduh mantu di Surabaya pada 12 Juli mendatang.
Dari voli dan finswimming, kini keduanya mengarungi arena baru: rumah tangga.
Dan seperti di lapangan, mereka siap menghadapi pertandingan panjang kehidupan dengan semangat, kekompakan, dan cinta yang menyala. (*)
Editor : Ali Sodiqin