Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Fernando Alonso Hampir Terkalahkan Murid Sendiri di F1 Austria, Tapi Ini yang Menyelamatkannya

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 4 Juli 2025 | 16:11 WIB
Gabriel Bortoleto cetak poin perdana di F1 Austria usai duel sengit lawan Alonso.
Gabriel Bortoleto cetak poin perdana di F1 Austria usai duel sengit lawan Alonso.

RADARBANYUWANGI.ID - Balapan Formula 1 di Grand Prix Austria 2025 menjadi panggung bagi momen langka dan mengharukan ketika Fernando Alonso memberikan pelukan tulus kepada Gabriel Bortoleto, rookie asal Brasil yang berhasil mencetak poin F1 pertamanya.

Gabriel Bortoleto, yang tergabung dalam program manajemen pembalap milik Alonso, tampil impresif bersama tim Kick Sauber.

Ia berhasil menyodok ke depan dan nyaris menyalip Alonso di lap terakhir di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg.

Duel Seru Murid Lawan Mentor

Alonso, yang menggunakan strategi satu kali pit stop, harus bertahan keras dari tekanan Bortoleto yang memiliki ban lebih segar hingga 16 lap.

Kedua pembalap menyuguhkan pertarungan menarik, namun nasib berpihak pada Alonso. Kemenangan Lando Norris dari McLaren justru menjadi penyelamat Alonso.

Dengan Norris mendekat untuk menyelesaikan balapan, Bortoleto harus memberi jalan sesuai aturan blue flag, membuatnya kehilangan momentum dan tak sempat menyerang Alonso lagi.

Pengalaman Alonso Jadi Faktor Kunci

Alonso memanfaatkan situasi dengan cerdas. Ia mendapatkan DRS dari Norris dan berhasil mempertahankan posisi ketujuh hingga finis.

Usai balapan, Alonso tidak hanya senang atas pencapaiannya, tetapi juga bangga terhadap penampilan Bortoleto.

“Luar biasa, saya sangat bahagia untuknya. Gabi tampil luar biasa sepanjang musim ini. Dia pantas mendapat poin lebih awal, tapi saya harap ini menjadi yang pertama dari banyak pencapaiannya,” ujar Alonso.

Strategi Tim Alonso Terbukti Efektif

Meskipun suhu lintasan mencapai 50 derajat Celcius dan degradasi ban sangat tinggi, strategi satu pit stop dari Aston Martin terbukti tepat.

Alonso mengakui bahwa kecepatan mobilnya tidak sebaik Kick Sauber atau Haas, namun strategi tim membantunya tetap finis di depan mereka.

“Tim memilih strategi terbaik hari ini. Pit stop tepat waktu, strategi satu kali berhenti adalah kunci. Kami tidak secepat tim lain, tapi hasilnya maksimal,” ujar Alonso.

Aston Martin Bangkit Berkat Alonso

Sementara rekan setimnya, Lance Stroll, gagal mencetak poin dan finis di posisi ke-14, hasil yang diperoleh Alonso membawa Aston Martin menempel ketat Haas di klasemen konstruktor.

Kini mereka hanya terpaut satu poin menjelang balapan berikutnya di Silverstone. (*)


Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Gabriel Bortoleto #fernando alonso #f1