RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Racing Bulls, Liam Lawson, berhasil mencatatkan hasil terbaiknya sepanjang karier di ajang F1 dengan finis di posisi keenam pada Grand Prix Austria 2025.
Meski begitu, perjalanan Lawson menuju hasil impresif tersebut tidaklah mudah. Ia nyaris mengalami kecelakaan serius di lap pertama setelah insiden dengan rookie Mercedes, Kimi Antonelli.
Insiden terjadi di Tikungan 3 ketika Antonelli kehilangan kendali saat pengereman dan hampir menabrak Lawson.
Keduanya sempat bersenggolan, namun hanya Antonelli dan Max Verstappen, mantan rekan setim Lawson di Red Bull, yang harus menyudahi balapan lebih awal akibat insiden tersebut.
Beruntung bagi Lawson, ia mampu menghindari kerusakan serius dan melanjutkan balapan.
Tidak hanya selamat, pembalap asal Selandia Baru itu juga menjadi salah satu dari hanya dua pembalap yang berhasil menjalankan strategi satu pit stop di tengah suhu lintasan yang menembus 50 derajat Celsius.
“Sejujurnya saya masih bingung bagaimana saya bisa bertahan di Lap 1. Saya kira semuanya sudah selesai ketika melihat Kimi datang, tapi entah bagaimana saya lolos,” ungkap Lawson kepada Sky Sports F1.
Kunci kesuksesan Lawson terletak pada kemampuannya menjaga keausan ban di tengah tekanan dari Fernando Alonso, yang terus membuntuti dari belakang selama hampir seluruh balapan.
Meski terus berada dalam jangkauan DRS Alonso, Lawson mampu menjaga konsistensi dan tidak melakukan kesalahan fatal.
“Saya pikir Alonso lebih cepat, tapi ternyata dia memanfaatkan saya untuk tetap dalam DRS,” ujar Lawson sambil tertawa.
Lawson berhasil membuat ban kerasnya bertahan selama 38 lap, sementara Alonso hanya mampu sejauh 36 lap.
Rekan setimnya, Isack Hadjar, menghadapi tantangan yang lebih berat. Setelah terpaksa dua kali melebar di lap pertama dan masuk pit lebih awal, Hadjar menjalani stint 41 lap dengan ban keras.
Sayangnya, ia kehilangan poin setelah mengalami kerusakan pada bagian lantai mobil.
“Kami seharusnya aman di posisi delapan, tapi kemudian saya kehilangan waktu lebih dari satu detik per lap. Kerusakan terjadi di Tikungan 1, mungkin karena terkena kerb,” jelas Hadjar.
Ini menjadi balapan pertama sejak kembalinya Lawson ke Racing Bulls di mana ia mampu mengungguli Hadjar pada hari Minggu.
Finis keenam ini juga menandai raihan poin keduanya musim ini, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pembalap masa depan yang patut diperhitungkan di dunia F1. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi