RADARBANYUWANGI.ID - Sosok Ian Maatsen, bek sayap yang namanya sempat santer diinginkan bergabung lewat jalur naturalisasi, kemungkinan besar akan berpaling dari Timnas Indonesia.
Diketahui, Maatsen telah menjalani debut gemilang bersama tim nasional senior Belanda, bahkan langsung mencetak gol pada laga perdananya.
Ian Maatsen, yang memiliki darah Indonesia dari garis keturunan Jawa, sempat menjadi buah bibir di kalangan pecinta sepak bola tanah air. Harapan publik cukup beralasan.
Belakangan ini, nama Maatsen sering disebut sebagai tambahan ideal untuk Garuda. Pasalnya, posisi bek kiri memang kerap jadi PR bagi timnas Indonesia.
Namun, harapan kemungkinan hanya bakal membuahkan kekecewaan. Mengingat Maatsen secara resmi dipanggil Timnas Belanda pada pertandingan resmi pada Maret 2025 lalu.
Ronald Koeman memanggil Maatsen ke skuad utama Belanda untuk laga leg kedua perempat final UEFA Nations League melawan Spanyol di Mestalla, Valencia.
Uniknya, Maatsen awalnya bukan pilihan utama. Ia hanya dipanggil mendadak sebagai pengganti Jurrien Timber yang sakit.
Tapi, takdir berkata lain. Maatsen langsung tampil penuh, bahkan mencetak gol penyeimbang di menit ke-79 dan membantu Belanda memaksakan laga hingga adu penalti.
Sejak saat itu, status Maatsen di level internasional sudah terkunci. Berdasarkan regulasi FIFA, seorang pemain yang sudah membela timnas senior dalam laga kompetitif tidak lagi bisa pindah federasi.
Dengan demikian, wacana naturalisasi Ian Maatsen untuk timnas Indonesia hampir dipastikan pupus.
Harapan agar ‘pemain Eropa berdarah Nusantara’ mau pulang kampung pun harus disimpan rapat-rapat dahulu. Setidaknya untuk Piala Dunia 2026 nanti.
Kenyataan ini sebenarnya tak terlalu mengejutkan. Maatsen, yang kini membela Aston Villa memang meniti karier di sistem pembinaan sepak bola Belanda sejak belia.
Keputusannya memperkuat negara kelahirannya menunjukkan bagaimana kuatnya rasa kebanggaan pada Oranje.
Bagi sebagian orang, mungkin inilah tamparan telak di tengah euforia publik yang seakan berharap semua pemain keturunan mau kembali demi membela Garuda.
Ditambah lagi, Maatsen sempat mengungkapkan kekecewaannya ketika dulu tidak dipanggil ke Timnas Belanda. Ini menunjukkan bahwa ia berharap untuk membela Belanda.
Banyak faktor non-teknis yang berperan, mulai dari ikatan emosional, rasa nasionalisme, hingga pertimbangan karier.
Wajar jika seorang pemain muda seperti Maatsen lebih memilih peluang tampil di Piala Dunia atau Euro bersama Belanda ketimbang bertaruh dengan nasib timnas yang masih berjuang menembus level Asia.
Ian Maatsen resmi debut bersama Belanda dan mencetak gol, menutup peluang main untuk Indonesia meski berdarah Jawa.
Editor : Agung Sedana