RADARBANYUWANGI.ID – Nama Jaïro Riedewald kembali mencuat. Mantan pemain Ajax dan Crystal Palace itu disebut-sebut tengah dalam proses menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Kabar ini langsung menghidupkan spekulasi soal potensi kehadirannya di skuad Timnas Garuda.
Gelandang bertahan kelahiran Haarlem, Belanda, 9 September 1996 itu kini bermain di klub Royal Antwerp, Belgia.
Meski berpaspor Belanda dan sempat mencatat tiga caps bersama Oranje, darah Indonesia yang mengalir dari ibunya menjadikannya memenuhi syarat untuk dinaturalisasi.
Riedewald punya darah Indonesia dari garis ibu. Isu naturalisasi ini bukan isapan jempol belaka.
Tak hanya itu, kabarnya sang pemain juga tertarik membela Merah Putih, setelah peluangnya bersama Belanda kian tipis. Ia terakhir kali tampil untuk timnas senior Negeri Kincir Angin pada 2015.
Riedewald bukan pemain sembarangan. Lulusan akademi Ajax Amsterdam, ia mencetak sejarah sebagai debutan termuda yang mencetak dua gol di Eredivisie saat masih berusia 17 tahun.
Kariernya melesat di bawah asuhan Frank de Boer dan sempat tampil hampir 100 kali bersama Crystal Palace di Premier League.
Pada Agustus 2024, ia menyeberang ke Liga Pro Belgia bersama Royal Antwerp dengan kontrak semusim.
Meski tampil konsisten, sinyal soal kemungkinan membela Indonesia makin kuat setelah beredar informasi bahwa sang pemain siap proses naturalisasi jika diminta.
“Kalau ada pemain seperti Riedewald yang bersedia membela Indonesia, itu akan jadi tambahan kekuatan luar biasa,” ujar pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali.
Langkah ini dinilai sejalan dengan strategi Patrick Kluivert yang membuka peluang bagi pemain diaspora atau naturalisasi untuk memperkuat Timnas di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Jika proses naturalisasi berjalan lancar, bukan tidak mungkin nama Riedewald akan segera masuk daftar panggil PSSI.
Dengan kemampuan bermain sebagai gelandang bertahan maupun bek tengah, kehadirannya bakal menambah kedalaman skuad Garuda.
Sementara itu, harapan melihat Jaïro Riedewald berseragam Timnas Indonesia dalam waktu dekat tampaknya harus ditunda.
Meski sejak awal dinyatakan bersedia menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), proses naturalisasi pemain berdarah Belanda-Indonesia itu masih tersendat.
Dilansir dari Liputan6 pada 22 Februari 2025 lalu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, kendala utama terletak pada kelengkapan dokumen dan korespondensi administratif yang belum tuntas.
“Jairo surat-menyuratnya belum bisa sempurna,” kata Erick saat ditemui di GBK Arena, Senayan, Sabtu (22/2). “Kita sudah diskusi dengan beberapa lawyer, tetapi (jalannya) belum ketemu.”
Sebagai informasi, rencana naturalisasi Riedewald sebenarnya muncul bersamaan dengan proses pengajuan striker berdarah Belanda, Ole Romeny.
Namun, nasib keduanya berbanding terbalik. Jika Romeny sudah resmi jadi WNI, Riedewald justru belum menemui kejelasan hukum.
Erick menegaskan bahwa PSSI tidak ingin gegabah membawa kasus Riedewald ke FIFA tanpa dasar yang kuat.
“Kita tidak mau ajuan kita kepada FIFA ditolak, akhirnya FIFA tidak percaya kepada kita lagi seakan-akan kita memaksakan,” ujarnya.
Meski menyebut Riedewald sangat antusias, pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu belum bisa memastikan peluang sang pemain masuk ke dalam skuad Garuda, terutama menjelang putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Juni 2025.
“Belum bisa diperjuangkan. Sampai hari ini kita belum ketemu klausul yang bisa memperkuat Jairo. Banyak detailnya,” tandas Erick. (*)
Editor : Ali Sodiqin