RadarBanyuwangi.id – Dunia olahraga beladiri di Indonesia kembali diramaikan oleh sebuah acara luar biasa yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh para penggemar tinju dan kickboxing di Tanah Air.
Byon Combat 5 Showbiz akan diselenggarakan pada tanggal 28 Juni 2025 di Istora Tennis Indoor Senayan, Jakarta, menampilkan serangkaian pertarungan seru yang mempertemukan petarung terbaik dari Indonesia, Malaysia, serta mancanegara.
Perhatian utama terfokus pada pertandingan utama yang menghadapkan dua petarung terkemuka: Jekson "Kkajhe" Karmela dan Aziz Calim.
Pertarungan ini lebih dari sekadar pertarungan biasa, karena merupakan puncak dari rivalitas yang telah lama terbentuk di media sosial dan menjadi topik perbincangan hangat di kalangan penggemar beladiri di Indonesia.
Profil dan Latar Belakang Kedua Petarung
Jekson "Kkajhe" Karmela datang dengan prestasi yang luar biasa sebagai peraih medali emas Muay Thai di PON 2021.
Atlet yang berasal dari Papua ini telah menunjukkan kemampuannya di tingkat nasional dan terkenal sebagai striker berbahaya dengan teknik Muay Thai yang kuat.
Kkajhe dikenal dengan gaya bertarung yang agresif serta kemampuan clinch work yang hebat, ciri khas petarung Muay Thai yang berpengalaman.
Di sisi lain, Abdul Aziz Calim juga memiliki pencapaian yang tidak kalah membanggakan. Ia adalah peraih medali emas di kickboxing pada SEA Games 2023 dan lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 10 Oktober 1997, dengan tinggi badan sekitar 169 cm dan berat 63 kg.
Aziz memulai kariernya sebagai kickboxer murni sebelum menjajaki dunia MMA, menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa dalam beradaptasi dengan berbagai gaya bertarung.
Pertarungan ini menarik perhatian karena pertemuan dua disiplin ilmu yang berbeda namun saling melengkapi.
Pertarungan utama akan menggunakan aturan baru di Byon Combat 5 Showbiz, yaitu kickstriking.
Kickstriking adalah aturan yang memadukan elemen dari kedua cabang olahraga, menciptakan dinamika pertarungan yang unik dan tidak terduga.
Dalam hal pengalaman dan rekam jejak, masing-masing petarung memiliki keunggulan tersendiri. Kkajhe kuat dalam aspek clinch work dan pukulan siku yang menjadi senjata utama bagi petarung Muay Thai.
Kemampuannya dalam mengontrol jarak dan waktu memberinya keuntungan, terutama saat bertanding dalam jarak dekat.
Di sisi lain, Aziz Calim mengandalkan kecepatan dan kombinasi pukulan dan tendangan yang lebih bervariasi, sesuai dengan latar belakangnya dalam kickboxing.
Pengalaman bertarung di tingkat internasional selama SEA Games memberikan ketahanan mental yang diuji dalam tekanan, faktor ini sangat penting dalam pertarungan besar seperti ini.
Hal menarik tentang pertarungan ini adalah momen yang terjadi saat sesi timbang di Byon Combat 5 Showbiz.
Bukannya saling ejek seperti biasanya, Kkajhe dan Aziz Calim memilih untuk memberikan pujian satu sama lain dan menunjukkan rasa saling menghormati.
Tingginya sportivitas yang diperlihatkan kedua petarung menunjukkan bahwa mereka lebih fokus pada penampilan di ring ketimbang terlibat dalam drama di luar arena.
Faktor lokasi juga memiliki peran penting. Acara tinju yang akan menampilkan 22 petarung terbaik dari Indonesia, Malaysia, dan luar negeri ini akan diadakan pada hari Sabtu, (28/6) pukul 16:00 WIB, dengan dukungan penuh dari penonton Indonesia, yang diperkirakan akan lebih condong mendukung Kkajhe sebagai wakil kebanggaan dari Papua.
Prediksi
Berdasarkan analisis mendalam, pertarungan ini diperkirakan akan berlangsung sengit sampai ke babak akhir. Kkajhe memiliki keuntungan dalam pengalaman bertarung dengan aturan yang sama serta kemampuannya beradaptasi di ring.
Namun, Aziz Calim dengan pencapaian internasionalnya dan kematangan teknik sepatutnya tidak dianggap remeh.
Jika Kkajhe dapat membawa pertarungan ke jarak dekat dan memanfaatkan teknik clinch-nya, kemungkinan untuk meraih kemenangan akan sangat besar.
Di sisi lain, jika Aziz dapat mengendalikan jarak dan menggunakan kecepatan serta variasi serangannya, kemungkinan terjadinya kejutan besar bisa saja terjadi.
Prediksi akhir: Kkajhe menang tipis melalui keputusan mayoritas juri setelah pertarungan lima ronde yang sangat sengit, dengan selisih kemenangan ditentukan oleh dominasi di ronde-ronde tengah melalui kontrol clinch dan kerusakan yang lebih konsisten. ***
Editor : Ali Sodiqin