Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bencana di F1 Kanada, Isack Hadjar Gagal Dapat Poin, Liam Lawson DNF Lagi

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 20 Juni 2025 | 20:35 WIB
Balapan F1 di Kanada jadi mimpi buruk bagi Racing Bulls.
Balapan F1 di Kanada jadi mimpi buruk bagi Racing Bulls.

RADARBANYUWANGI.ID - Balapan Formula 1 (F1) Grand Prix Kanada 2025 menjadi akhir pekan yang penuh tantangan bagi tim Racing Bulls.

Dua pembalap mereka, Isack Hadjar dan Liam Lawson, gagal mencetak poin dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Gilles-Villeneuve, Montreal.

Hasil ini menjadi tamparan keras, terutama bagi Hadjar yang sebelumnya konsisten mengumpulkan poin sejak GP Miami.

Isack Hadjar: Dari Penalti ke Posisi 16

Hadjar memulai balapan dari posisi ke-12 setelah terkena penalti grid tiga posisi karena menghalangi Carlos Sainz saat sesi kualifikasi.

Ia menjalani strategi satu pit stop dengan ban medium, tetapi keputusan untuk masuk pit yang terlambat membuatnya kehilangan banyak posisi.

“Saya pikir kami terlalu lambat untuk melakukan pit stop. Di awal lomba, degradasi ban sangat tinggi dan kami kehilangan banyak posisi di pit. Setelah itu saya terjebak di DRS train, dan di akhir lomba mobil saya sangat lambat dibandingkan mobil lain,” ungkap Hadjar.

Hadjar juga mengakui bahwa sejak awal akhir pekan, dirinya tidak merasa nyaman dengan mobil VCARB 02. “Saya bisa bersaing dalam satu lap, tapi tidak untuk 70 lap,” ujarnya.

Liam Lawson: Start dari Pit Lane, Finish dengan DNF

Rekan setimnya, Liam Lawson, menghadapi akhir pekan yang lebih buruk. Setelah melakukan perubahan besar pada mobilnya, termasuk pemasangan unit tenaga baru, ia terpaksa memulai dari pit lane.

Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil karena ia harus retired di lap 53 akibat masalah pendinginan.

“Balapan ini memang sudah sulit sejak awal. Kami mengalami masalah pendinginan, jadi harus mundur. Sungguh akhir pekan yang berat,” kata Lawson.

Apa yang Salah dengan Racing Bulls?

Kedua pembalap sepakat bahwa tim mereka menghadapi sejumlah masalah teknis dan setup sejak awal.

Hadjar menyebut kurangnya performa mobil sejak hari Sabtu, sementara Lawson menyoroti masalah spesifik saat kualifikasi yang berdampak besar terhadap performa tim secara keseluruhan.

Meski kecewa, Lawson tetap optimis. “Kita harus reset dan move on ke balapan berikutnya,” tegasnya.

Austria dan Inggris Menanti

Tim Racing Bulls kini mengalihkan fokus ke dua seri berikutnya yang akan digelar secara beruntun. GP Austria di Red Bull Ring (27–29 Juni) dan GP Inggris di Silverstone.

Harapan pun tertuju pada perbaikan performa dan strategi agar bisa kembali ke jalur perebutan poin. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#isack hadjar #Liam Lawson #f1