RADARBANYUWANGI.ID - Kiprah industri kreatif Banyuwangi kembali mencuri perhatian. Segara Apparel, brand lokal yang belum genap dua tahun berdiri di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini berhasil menembus pasar internasional lewat penjualan produk jersey-nya.
Segara Apparel berhasil memasukkan produk mereka ke platform Classic Football Shirts (CFS), situs jual beli jersey terbesar dan paling bergengsi di dunia. Bagi para pelaku bisnis apparel, CFS ibarat ”kiblat” perdagangan jersey internasional.
”Masuk platform ini bukanlah perkara mudah. Ada proses validasi ketat yang harus dilalui, mulai kualitas desain, bahan, hingga orisinalitas produk,” kata Creative CEO Segara Fikri Maulana.
Pemuda asal Kabat itu menambahkan, ada dua jersey yang didaftarkan pada CFS, yakni jersey kandang (home) dan pre match dari klub Banyuwangi Putra. Untuk jersey home, Segara mengangkat motif Naga Jawa.
Sesuai dengan julukan untuk tim sepak bola Banyuwangi Putra. Di dalamnya ada pattern seekor naga terbang dengan warna biru dan kuning sebagai identitas tim.
Lalu untuk jersey pre-match Segara menggunakan motif yang menggambarkan sejarah cikal bakal Banyuwangi.
Motifnya sesuai dengan relief yang ada di Taman Blambangan tentang cerita Kabupaten Banyuwangi yang bermula dari hutan Tirto Gondo.
”Apparel pemilik jersey kalau sudah masuk CFS, value-nya langsung naik. Ini semacam pengakuan internasional,” imbuh Fikri.
Dia menambahkan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk-produk lokal Banyuwangi memiliki daya saing tinggi, bahkan di pasar global.
Apparel yang digagasnya bersama dua rekannya yaitu Ahmad Mahdavikia dan Muhamad Kemal Malik, mampu menunjukkan bahwa dengan kreativitas, konsistensi, dan komitmen pada kualitas, brand lokal pun bisa bersaing di panggung internasional.
”Ke depan, Segara Apparel berharap pencapaian ini bisa menginspirasi pelaku UMKM lain di Banyuwangi untuk terus berinovasi dan percaya diri dalam menembus pasar dunia,” pungkas Fikri. (fre/sgt/c1)
Editor : Lugas Rumpakaadi