RADARBANYUWANGI.ID - Ajang balap ketahanan paling bergengsi di dunia, Le Mans 24 Hours, menjadi saksi bisu kemenangan luar biasa Robert Kubica, mantan pembalap F1 yang pernah nyaris kehilangan segalanya akibat kecelakaan parah.
Bersama Phil Hanson dan Yifei Ye di bawah bendera #83 AF Corse Ferrari 499P LMH, Kubica berhasil menuntaskan balapan penuh tantangan dengan gemilang.
Kemenangan ini terasa lebih istimewa karena Kubica menjalani 59 putaran terakhir tanpa botol minuman dan menyetir selama 43 persen dari total balapan.
Ketangguhan fisik dan mentalnya memukau banyak pihak, termasuk para pembalap F1 seperti Fernando Alonso dan George Russell.
"Bravo Robert," tulis Alonso, juara Le Mans 2018 dan 2019, yang juga pernah menyebut Kubica sebagai "yang terbaik" yang pernah dihadapinya di lintasan F1.
Russell, yang pernah menjadi rekan setim Kubica di Williams pada 2019, juga tak kalah antusias. "Congrats mate on winning Le Mans, so happy for you!!" tulisnya lewat media sosial, menunjukkan kekagumannya atas pencapaian tersebut.
Karier Penuh Lika-liku di Dunia F1
Karier Robert Kubica di F1 penuh dengan dinamika. Ia sempat mengalami kecelakaan parah saat reli pada 2011 yang hampir merenggut kariernya.
Sebelumnya, ia pernah mengalami crash mengerikan di Kanada pada 2007, namun bangkit untuk menang di sirkuit yang sama setahun kemudian, satu-satunya kemenangan F1 dalam kariernya.
Tragisnya, Kubica nyaris bergabung dengan Ferrari F1 pada 2012, namun impian itu pupus karena cedera berat yang dideritanya.
Maka, kemenangan di Le Mans dengan mobil Ferrari menjadi momen emosional dan simbolis bagi sang pembalap.
Pujian dari Dunia Balap
Komentator F1 Alex Jacques menyebut kemenangan Kubica sebagai "comeback legendaris", mengingat betapa panjang dan sulit jalan yang ditempuhnya.
Tak hanya rekan sesama pembalap, Fred Vasseur, bos tim Ferrari saat ini yang pernah bekerja sama dengan Kubica di Alfa Romeo, turut memberikan apresiasi.
"Saya sangat senang untuk Robert. Dia punya karier yang kacau, tapi level dedikasi dan kerja kerasnya sangat luar biasa," ujar Vasseur.
Inspirasi dari Dunia F1
Kemenangan Robert Kubica di Le Mans 2024 bukan hanya pencapaian teknis, tetapi juga kemenangan atas nasib dan keterbatasan.
Dunia F1 patut bangga memiliki sosok seperti Kubica, yang semangatnya tak pernah padam meski berkali-kali terjatuh.
Kemenangan ini menjadi pengingat bahwa tekad, kerja keras, dan semangat pantang menyerah tetap relevan dalam dunia balap yang kompetitif dan keras. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi