Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ripal Wahyudi Merapat ke Semen Padang, Sanksi FIFA Bisa Jadi Ganjalan

Niklaas Andries • Selasa, 17 Juni 2025 | 16:20 WIB

INCARAN: Ripal Wahyudi menjadi incaran banyak klub Liga 1 dan Liga 2. Termasuk Semen Padang
INCARAN: Ripal Wahyudi menjadi incaran banyak klub Liga 1 dan Liga 2. Termasuk Semen Padang

RADARBANYUWANGI.ID – Semen Padang terus menata diri menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2025-2026. Beberapa nama pemain pun mulai dikaitkan untuk membela Kabau Sirah untuk musim depan.

Salah satunya yang ramai diperbincangkan adalah gelandang Persi Solo, Ripal Wahyudi. Pemain yang kabarnya juga diminati Borneo FC, Barito Putera, Bhayangkara Presisi Lampung FC dan PSS Sleman ini disebutkan menjadi salah satu incaran Semen Padang.

Kedekatan Ripal Wahyudi ini salah satunya disebutkan oleh akun isntagram @ownerwakanda. Disana disebutkan bila pemain kelahiran Garut itu sudah mencapai kesepakatan secara lisan untuk menjadi bagian dari Semen Padang.

"VERBAL AGGREMEN: Pemain lokal milik persis Solo ripal Wahyudi telah mencapai kesepakatan verbal untuk bergabung bersama klub liga 1 yakni semen Padang FC. Kesepakatan verbal telah tercapai antara agent dan manajemen detail gaji dan kontrak juga sudah di Setujui hanya menunggu sign kontrak," tulis Owner Wakanda.

Kabar itu seolah menegaskan bola kesepakatan antara keduanya sebelumnya yang hanya sebatas negosiasi. Namun ada sedikit permasalahan. Proses kepindahan Ripal Wahyudi ke Semen Padang  terganjal sanksi administratif yang dijatuhkan oleh FIFA.

Sebab Semen Padang tengah terkena ban transfer oleh FIFA. Semen Padang sendiri terkena ban transfer oleh FIFA sejak 6 Juni 2025 lalu. Kabau Sirah tak boleh beraktivitas di bursa transfer untuk tiga periode mendatang.

Semen Padang bisa beraktivitas kembali di bursa transfer jika larangan tersebut dicabut oleh FIFA dan menyelesaikan masalahnya.

Hal inilah yang kemudian memantik peluang Ripal Wahyudi mendarat ke Padang sedikit tersendat. Bila berlarut-larut bukan mustahil peluang Borneo FC, PSS Sleman, Bhayangkaran Presisi Lampung FC, dan Barito Putera untuk mendapatkan jasa pemain asal Garut itu akan kembali terbuka.

Ripail Wahyudi sendiri memiliki statistik cukup mentereng sebagai gelandang bertahan. Bersama Persipa Pati, dia mencatatkan 7 penampilan dengan 630 menit bermain. Bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC, dia mencatatkan 11 penampilan, dan 423 menit bermian.

Saat membela Persebaya Surabaya  dia mencatatkan 27 penampilan, 1 gol, 4 kartu kuning dan 1 kartu merah. Ripal mencatatkan 1.249 menit bermain. Sedangkan di Persis Solo, Ripal membukukan 26 penampilan dengan 1.074 menit bermain. (*)

Editor : Niklaas Andries
#barito putera #ripal wahyudi #persis solo #persebaya surabaya #FIFA #borneo fc #semen padang #Kabau Sirah #pss sleman #Gelandang Bertahan #liga 1