RADARBANYUWANGI.ID - Rumor mengejutkan datang dari bursa transfer voli internasional. Megawati Hangestri Pertiwi, bintang Timnas voli putri Indonesia yang bersinar di Korea Selatan, dikabarkan tengah dilirik klub elite Turki, Fenerbahce.
Kabar ini pertama kali mencuat lewat laporan media olahraga Turki Fotospor, yang secara terang-terangan menyebut Megawati sebagai "atlet berhijab paling populer di dunia".
“Megawati Hangestri yang disebut-sebut sebagai pevoli wanita berhijab paling populer di dunia dikabarkan akan pindah ke Fenerbahce,” tulis Fotospor dalam artikelnya awal Juni 2025.
Jika rumor ini benar, Megawati akan menjadi pevoli putri Indonesia pertama yang menembus panggung voli Eropa.
Ini sekaligus menyusul jejak para legenda Asia yang lebih dulu sukses di Liga Voli Turki, liga yang disebut setara dengan SuperLega Italia dalam hal kualitas dan persaingan.
Jejak Para Legenda: Bisakah Megawati Ikuti?
Nama Nootsara Tomkom, setter legendaris asal Thailand, mungkin adalah contoh paling sukses dari pemain Asia Tenggara yang merumput di Turki.
Ia memperkuat Fenerbahce pada musim 2016–2018, dan dikenal sebagai salah satu kreator serangan terbaik yang pernah dimiliki klub tersebut.
Karismanya di dalam dan luar lapangan membuatnya menjadi panutan pevoli muda di Asia, termasuk Megawati.
Selain Nootsara, ada pula Ajcharaporn Kongyot dan Chatchu-on Moksri, dua bintang Thailand yang saat ini bermain untuk Sariyer Belediyespor, klub yang juga berlaga di liga utama Turki.
Keberadaan mereka menunjukkan bahwa pemain Asia tak hanya mampu bertahan di liga keras seperti Sultanlar Ligi, tetapi juga menjadi tulang punggung tim.
Jika Megawati bergabung ke Fenerbahce, ia tak hanya akan bersaing di liga yang dihuni nama-nama besar dunia, tetapi juga akan membuka jalan bagi lebih banyak pemain Asia Tenggara untuk tampil di kancah elite.
Popularitas yang Tak Terbantahkan
Bukan hanya performa, daya tarik Megawati di mata media asing juga jadi sorotan. Fotospor menekankan bahwa Megawati punya nilai lebih sebagai atlet berhijab yang mampu bersaing di level internasional.
Julukan “paling populer di dunia” bukan isapan jempol. Di Korea, Megawati sukses mendongkrak popularitas Red Sparks, baik dari sisi penonton stadion maupun pengikut media sosial.
Dari sisi pasar, Megawati jelas membawa nilai tambah bagi klub manapun. Ia memiliki basis fans loyal dari Indonesia yang terbukti aktif mendukung bahkan saat ia tampil di luar negeri.
Dalam dunia olahraga modern, kombinasi antara skill, karakter, dan branding menjadi kunci, dan Megawati punya ketiganya.
Dalam wawancara yang dikutip Fotospor, Megawati sempat mengungkapkan hasratnya untuk mencicipi karier di Eropa.
"Aku benar-benar ingin bermain di Eropa. Turki bukankah akan sempurna? Di sana aku bisa sekalian liburan setiap hari. Turki itu negara yang hebat," ujar Megawati.
Pernyataan itu semakin memperkuat spekulasi yang berkembang. Apalagi, klub seperti Fenerbahce dikenal rajin merekrut talenta dari Asia yang memiliki nilai jual global.
Jika benar Fenerbahce atau klub Turki lainnya merekrut Megawati, maka sejarah baru akan tercipta.
Ia akan menjadi atlet voli putri pertama dari Indonesia yang bermain di Liga Sultan, dan satu dari segelintir pemain Asia Tenggara yang bisa tampil konsisten di Eropa.
Pertanyaannya kini bukan lagi "apakah Megawati cukup hebat untuk bermain di Turki?", melainkan "siapkah dunia menyambut babak baru sang Megatron di panggung tertinggi Eropa?"
Editor : Agung Sedana