RADARBANYUWANGI.ID - Penyerang andalan Inter Milan asal Iran, Mehdi Taremi, hingga saat ini masih terjebak di Teheran akibat situasi darurat di negaranya menyusul eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan Israel.
Pihak klub menyatakan terus melakukan upaya untuk mencari jalur alternatif agar sang pemain bisa menyusul tim yang saat ini sudah berada di Amerika Serikat untuk mengikuti gelaran FIFA Club World Cup 2025.
Dilaporkan oleh Reuters dan media Spanyol AS, Taremi belum bisa meninggalkan Iran karena otoritas setempat menutup seluruh lalu lintas penerbangan internasional.
Penutupan ini diberlakukan sebagai tanggapan atas serangan udara Israel terhadap sejumlah fasilitas strategis di Iran sejak 13 Juni 2025.
Taremi sebelumnya tampil membela tim nasional Iran dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Korea Utara pada awal bulan.
Ia mencetak gol dalam laga tersebut, namun kemudian harus absen di pertandingan berikutnya melawan Qatar akibat kartu merah.
Inter Milan, melalui staf pelatih dan manajemen tim, menyatakan masih berharap sang pemain dapat menyusul tim utama.
Pelatih Cristian Chivu, yang baru menukangi Nerazzurri musim ini, menyebut bahwa pihak klub telah berkoordinasi dengan otoritas diplomatik dan federasi internasional untuk membuka jalur aman bagi Taremi.
“Kami tetap berkomunikasi dengan Taremi. Dia dalam keadaan baik secara fisik dan psikologis, tapi belum ada kejelasan kapan dia bisa berangkat,” ujar seorang pejabat Inter dikutip dari Cadena SER.
Absennya Taremi menimbulkan kekhawatiran bagi skuat Inter Milan yang akan menjalani laga grup menghadapi Monterrey (Meksiko), Urawa Red Diamonds (Jepang), dan River Plate (Argentina).
Pelatih Chivu saat ini hanya bisa mengandalkan kombinasi Marcus Thuram dan Lautaro Martínez sebagai lini depan utama.
Sementara itu, FIFA disebut telah menerima laporan resmi dari Inter Milan soal situasi pemain mereka dan menyatakan akan memberikan toleransi terhadap kemungkinan keterlambatan pendaftaran apabila kondisi geopolitik menjadi hambatan serius.
Mehdi Taremi menjadi salah satu dari sedikit atlet sepak bola papan atas yang secara langsung terdampak oleh konflik militer besar.
Inter Milan masih berharap sang striker bisa tampil di Piala Dunia Antarklub 2025, namun nasibnya kini sangat bergantung pada perkembangan keamanan dan diplomasi internasional.
Editor : Agung Sedana