RADARBANYUWANGI.ID - Kekalahan telak 7-0 dari Jepang bukan hanya memukul mental Timnas Indonesia, tapi juga berimbas pada nilai pasar sejumlah pemain di mata pasar global.
Data terbaru dari Transfermarkt mengungkap setidaknya lima pemain mengalami penurunan nilai, terutama dari sektor belakang dan tengah.
Yang paling signifikan adalah Mees Hilgers, bek tengah andalan dari FC Twente.
Nilainya turun dari €6,8 juta menjadi €6,5 juta (sekitar Rp120 miliar ke Rp115 miliar).
Penurunan ini mengindikasikan persepsi bahwa Hilgers, meski berpengalaman di Eredivisie, belum cukup tangguh menghadapi tekanan lawan kelas dunia seperti Jepang.
Tak kalah mencolok adalah Thom Haye, gelandang sentral SC Heerenveen yang nilai pasarnya turun dari €1,1 juta menjadi €1 juta (Rp19,5 miliar ke Rp17,7 miliar).
Haye dianggap kurang berperan dalam penguasaan bola dan gagal menjadi penghubung antarlini saat menghadapi tekanan lini tengah Samurai Biru.
Ini bukan penurunan drastis, namun tetap mencerminkan evaluasi performa yang tidak stabil selama laga penting.
Dua nama lain yang juga terdampak adalah Shayne Pattynama, turun dari €280 ribu ke €250 ribu (Rp4,9 miliar ke Rp4,4 miliar).
Stefano Lilipaly, winger senior, juga mengalami koreksi kecil dari €250 ribu ke €225 ribu (Rp4,4 miliar ke Rp3,98 miliar).
Nasib kurang beruntung juga dialami Ricky Kambuaya, gelandang yang sempat jadi motor serangan Timnas di era sebelumnya. Setelah tampil minim dan kurang berpengaruh saat menghadapi Jepang, nilai pasar Ricky turun dari €350 ribu menjadi €325 ribu (sekitar Rp6,2 miliar ke Rp5,7 miliar).
Penurunan ini mencerminkan posisi Ricky yang mulai tersisih di antara gelombang gelandang diaspora baru seperti Thom Haye.
Jika tak segera memperbaiki performa di level klub dan internasional, nilai Ricky bisa makin tergerus di bursa transfer mendatang.
Menariknya, di tengah gelombang penurunan nilai pasar, ada beberapa nama yang justru bertahan stabil, bahkan dianggap tidak terlalu terdampak oleh kekalahan dari Jepang.
Salah satunya adalah Beckham Putra Nugraha, winger muda Persib Bandung, yang tetap berada di angka €300 ribu (sekitar Rp5,3 miliar).
Meski tidak menjadi starter utama, Beckham menunjukkan potensi eksplosif saat tampil sebagai pemain pengganti, dan disebut-sebut punya daya tarik tersendiri bagi klub-klub Asia Tenggara yang tengah memburu pemain muda dari Indonesia.
Hal serupa juga terjadi pada Yance Sayuri, bek sayap milik PSM Makassar, yang mempertahankan nilainya di €300 ribu (Rp5,3 miliar).
Keputusan pelatih untuk memainkannya di berbagai posisi justru memperlihatkan fleksibilitas Yance sebagai aset tim. Stabilnya nilai Yance bisa diartikan sebagai bentuk kepercayaan pasar terhadap konsistensinya, meski Indonesia kalah telak.
Penurunan nilai ini menunjukkan bagaimana hasil pertandingan internasional, khususnya laga besar seperti menghadapi Jepang, bisa langsung memengaruhi persepsi pasar terhadap kualitas pemain.
Klub dan agen di Eropa memantau ketat performa di FIFA Matchday, yang dinilai sebagai ajang valid untuk mengukur konsistensi dan tekanan.
Meski sebagian besar pemain lain masih bertahan dengan nilai sebelumnya, situasi ini jadi peringatan bahwa Timnas Indonesia masih punya banyak pekerjaan rumah bukan hanya untuk menang, tapi juga mempertahankan nilai pasarnya.
Editor : Agung Sedana