Sosok itu ditemukan kepada diri Christian Chivu. Nerazzuri resmi mempercayakan pelatih kepala kepada mantan pemainnya berkebangsaan Rumania tersebut.
Chivu disebut akan mempertahankan sistem permainan yang dibangun Simone Inzaghi. Dia dikenal sebagai pelatih yang familiar dengan skema 3-5-2 saat menangani Parma.
Dalam permainan yang diperagakannya, Chivu kerap menurunkan dua penyerang sejajar di lini depan. Tentu sebuah pendekatan yang sudah tidak asing di Inter.
Untuk ajang Piala Dunia Antarklub yang sudah di depan mata, pelatih 44 tahun itu akan memaksimalkan sistem yang sudah dikenal pemain. Tujuannya agar proses adaptasi berjalan cepat.
Hanya Chivu belum diperkenalkan secara resmi. Namun diosebutkan bila peresmian ini hanya tinggal menghitung hari saja.
Skuat Inter dijadwalkan kembali berlatih pada hari Senin dan hanya memiliki dua hari sebelum terbang ke Amerika Serikat untuk mengikuti Piala Dunia Antarklub.
Sementara itu penunjukan Chivu mendapat dukungan penuh dari legenda Inter, Marco Materazzi.
Chivu dipandang sebagaii sosok ideal untuk memimpin Nerazzurri.
"Saya tidak ragu, Chivu adalah orang yang tepat untuk Inter. Dia menunggu momen yang tepat untuk meraih pekerjaan impiannya. Dia sempat mendapat banyak tawaran, tapi dengan cerdas menanti kesempatan terbaik," tegas Materazzi
Materazzi yang tampil bersama Chivu meraih Treble Winners di bawah asuhan Jose Mourinho pada 2010. Dia berharap kehadirannya bisa mengembalikan semangat Interisme .
"Siapa yang lebih pantas dari seorang Interista yang pernah mengangkat trofi Liga Champions untuk membangunkan tim ini? Yang dibutuhkan Inter sekarang adalah semangat Interisme yang sesungguhnya," ungkap Materazzi.
Materazzi juga menyoroti potensi besar gelandang Davide Frattesi.
"Frattesi punya potensi cetak 8 hingga 10 gol semusim. Dia mencetak gol ke gawang Bayern dan Barcelona, tak banyak pemain seperti dia. Chivu bisa memaksimalkan bakatnya," jelasnya.
"Saya masih ingat saat kami menghadapi Lazio di semifinal Coppa Italia. Kami tampil dengan banyak pemain pelapis, dan saya serta Chivu bermain bersama di jantung pertahanan. Goran Pandev benar-benar dihajar. Tapi itu menunjukkan betapa besarnya hati yang dimiliki Chivu," kenangnya. (*)
Editor : Niklaas Andries