Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Uji Coba Indonesia vs Kuwait dan Lebanon, Apa Berdampak pada Ranking FIFA? Ini Penjelasannya

Agung Sedana • Minggu, 8 Juni 2025 | 23:12 WIB
Laga ujicoba pada Matchday FIFA, Indonesia vs Kuwait dan Lebanon.
Laga ujicoba pada Matchday FIFA, Indonesia vs Kuwait dan Lebanon.

RADARBANYUWANGI.ID – Timnas Indonesia dijadwalkan akan melakoni dua laga uji coba menghadapi Kuwait dan Lebanon pada jendela FIFA Matchday September mendatang.

Dalam keterangannya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut bahwa laga uji coba ini dirancang sebagai bagian dari persiapan menuju babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. 

Dua lawan asal Timur Tengah itu dipilih untuk mengasah konsistensi permainan Indonesia menghadapi tim-tim dengan karakter fisik dan taktik serupa.

Meski statusnya bukan pertandingan kompetitif, kedua laga tersebut tetap memengaruhi posisi Indonesia dalam ranking FIFA.

Perlu diketahui, berdasarkan sistem pemeringkatan terbaru FIFA yang menggunakan model Elo sejak 2018, semua pertandingan internasional yang berlangsung dalam periode resmi FIFA Matchday akan dihitung ke dalam peringkat dunia. 

Termasuk laga persahabatan atau friendly, selama tercatat dalam kalender resmi FIFA, pertandingan itu memiliki dampak nyata, meskipun nilai bobotnya lebih kecil dibanding laga kompetitif seperti kualifikasi Piala Dunia atau Piala Asia.

Selain sebagai parameter, dalam konteks laga melawan Kuwait dan Lebanon, Indonesia justru diuntungkan. Tim Garuda berpeluang mendapat poin tambahan cukup signifikan jika meraih kemenangan. 

Pasalnya, kedua lawan tersebut memiliki peringkat FIFA yang umumnya lebih tinggi dibanding skuad Garuda. 

Kemenangan atas tim dengan peringkat lebih baik akan menghasilkan poin lebih besar karena dianggap sebagai hasil tak terduga oleh sistem FIFA.

Sebaliknya, jika Indonesia kalah, terutama dari tim yang peringkatnya tidak terlalu jauh atau bahkan lebih rendah, maka potensi kehilangan poin juga cukup besar. Seri pun tetap memberi poin, namun dalam jumlah terbatas.

Yang menarik, pertandingan kali ini juga menjadi media anomali strategi bagi pelatih anyar Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.

Pelatih asal Belanda itu membawa pendekatan menyerang khas Eropa Barat, dan laga melawan Kuwait serta Lebanon menjadi kesempatan awalnya menunjukkan hasil kerja dalam skala internasional.

PSSI menyatakan bahwa laga ini bukan sekadar ajang pemanasan, melainkan bagian dari program penguatan performa menjelang babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan digelar dalam waktu dekat. 

Bila Indonesia mampu mencatat dua kemenangan, bukan tidak mungkin peringkatnya akan naik secara signifikan pada pembaruan ranking FIFA selanjutnya.

Editor : Agung Sedana
#jadwal timnas indonesia #erick thohir #ranking fifa