Radarbanyuwangi.id – Sepak bola menjadi cabang olahraga yang paling digemari di dunia. Penggemarnya pun bisa lintas generasi bahkan dalam lingkup paling kecil yakni sesama anggota keluarga.
Kecintaan akan sepak bola tidak jarang menghasilkan deretan pemain yang memiliki ikatan kekerabatan seperti kakak dan adik. Tidak hanya di level klub, kerja keras yang ditunjukkan tidak jarang mengiring hingga menembus level tim nasional (timnas).
Di Indonesia sendiri, banyak dijumpai pemain sepak bola yang memiliki ikatan pertalian darah. Tidak jarang mereka berada dalam satu tim. Bahkan berduel di lapangan karena berbeda jersey tim yang dikenakan.
Berikut deretan pesepak bola di Indonesia yang memiliki pertalian ikatan darah saudara hingga bermain bersama skuad Garuda:
1. Patar - Tonggo Tambunan
Patar dan Tonggo Tambunan familiar di era 1980-an dan 1990-an. Kala itu keduanya merupakan idola lapangan hijau di kala itu.
Patar - Tonggo Tambunan juga merupakan pasangan abang-adik yang menorehkan berprestasi, baik di level klub maupun di timnas.
Dari segi usia Tonggo lebih tua empat tahun dari Patar. Keduanya lahir di Pematang Siantar Sumatera Utara. Tonggo merupakan anggota inti Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 1986.
Di bawah pelatih handal, Sinyo Aliandoe, Tonggo dipercaya menempati bek kanan. Tonggo seangkatan dengan pemain-pemain bintang lainnya seperti Herry Kiswanto, Rully Nere, Zulkarnaen Lubis, dan Bambang Nurdiansyah.
Patar yang merupakan alumni Pardedetex Medan berposisi juga sebagai bek kanan. Dia sempat bergabung dengan Persija Jakarta. Namanya meroket saat membela timnas dalam tiga edisi SEA Games, yaitu pada tahun 1985, 1987, dan 1989.
Dia menjadi bagian skuad timnas Indonesia meraih medali emas sepak bola di SEA Games 1987 yang berlangsung di Jakarta.
2. Boaz dan Ortizan Solossa
Boas Salosa dan Ortiz Salosa bukan saudara kembar. Keduanya dikenal di dunia sepak bola nasional terutama Boaz Salossa yang merupakan adik dari pesepak bola Ortizan Salossa. Boaz merupakan legenda bagi Persipura Jayapura sekaligus penyerang terbaik yang dimiliki oleh Timnas Indonesia.
Ia aktif membela timnas dari tahun 2004 hingga 2018. Pria yang akrab disapa Boci ini mencatatkan 48 caps dan 14 gol
Dia juga pernah menjadi bagian dari Borneo FC Samarinda, PSS Sleman. Kini Boaz berusaha mengangkat namanya kembali bersama Mutiara Hitam di Liga 2 2024-2025.
Sementara itu Ortiz juga sempat bersinar di pentas sepak bola Indonesia. Banyak klub besar yang pernah menggunakan jasanya, seperti Persipura, Persija Jakarta, dan Arema Malang. Sayangnya, di timnas Ortiz seberuntung Boaz.
Dia hanya bermain untuk timnas Indonesia selama dua tahun yakni dari 2004 hingga 2005.
3. Yandi Sofyan dan Zainal Arief
Zainal Arief adalah sosok yang lebih dari sekadar seorang pemain. Dia menjadi bagian Persib Bandung dalam kurun waktu dari tahun 1998 hingga 2000 dan 2006 hingga 2009.
Dia merupakan salah satu legenda Timnas Indonesia dari tahun 2002 hingga 2007. Dia telah tampil dalam 23 pertandingan dan mencetak 12 gol.
Sementara Yandi Sofyan meerupakan adik dari Zainal Arief. Dia juga pernah menjadi bagian dari Persib Bandung pada tahun 2015 hingga 2016.
Sayangnya karir di tim nasional tidak seberuntung Zainal Arief. Yang merupakan jebolan Deportivo Indonesia, hanya mampu mencapai Timnas Indonesia U-23.
4. Yance dan Yakob Sayuri
Dua saudara kembar ini kini tengah jadi sorotan di pentas sepak bola Indonesia. Yance Sayuri sangat termotivasi dengan prestasi kakaknya, Yakob Sayuri.
Sebagai anak kembar, ia bahkan mempunyai target apabila Yakob mendapatkan panggilan timnas, maka ia juga harus mendapatkan panggilan yang sama.
Namun Yance belum seberuntung Yakob soal timnas. Yakob sudah memiliki 22 caps bersama tim Garuda. Sedangkan Yance baru mendapatkan satu caps di timnas.
Nasib buruk juga kerap menaungi Yance ketika mendapatkan panggilan ke timnas. Alih-alih menambah caps, dia justru mengalami cedera di waktu yang tidak tepat. Piala Asia 2023 Yance sebenarnya masuk dalam daftar skuad yang dibawa Shin Tae-yong ke Qatar.
Namun, karena menderita cedera lutut dia batal berangkat. Praktis hanya sang kakak yang bermain di Piala Asia 2023.
Yance kemudian mendapat panggilan ke timnas bersama Yakob untuk dua laga putaran ketiga Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Jepang dan Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 15 dan 19 November 2024.
Dan kini menghadapi Tiongkok dan Jepang. Nama kedua saudara kembar turut dipanggil oleh Patrick Kluivert.
5. Bagus Kaffa - Bagus Kaffi
Ada lagi pemain sepak bola kembar di Indonesia, Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi. Keduanya memiliki catatan yang cukup menarik di Timnas Indonesia, khususnya di level U-16 dan U-19.
Mereka terkenal dengan kemiripan fisik dan semangat juang mereka di lapangan. Sementara Bagus Kahfi berposisi sebagai penyerang. Sedangkan Bagus Kahfi sebagai bek sayap kanan.
Untuk membedakannya sulit namun mudah. Perbedaanya ada di bekas luka dibawah mata. Inilah yang membedakannya dengan Bagus Kahfi.
Yang paling diingat adalah golnya dalam pertandingan Timnas U16 melawan Timnas U-16 Iran. Bagus Kahfi sempat merintis karir di di Eropa dengan bergabung dengan Jong FC Utrecht.
6. Gian Zola – Beckham Putra
Gian Zola dan Bekcham Putra merupakan kakak adik yang berkecimpung di dunia sepak bola nasional. Keduanya sama-sama berasal dari Bandung dan merupakan pemain sepak bola profesional di Indonesia. Gian Zola merupakan sang kakak yang lahir pada 5 Agustus 1998.
Sedangkan adiknya, Beckham Putra lahir pada 29 Oktober 2001. Keduanya pernah bermain untuk Persib Bandung. Di timnas Indonesia, Gian Zola pernah menjadi bagian dari timnas U23 pada kurun 2017 hingga 2019.
Caps di timnas senior prnah diperolehnya pada 2017. Sedangkan sang adik, pernah menjadi bagian skuad timnas U19 pada tahun 2019 dan timnas U23 pada tahun 2023.
Caps di timnas senior diperolehnya pada 5 Juni 2025 saat Indonesia melawan Tiongkok di kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
7. Kurnia Mega – Ahmad Kurniawan
Satu lagi pasangan kakak beradik yang pernah membela timnas Indonesia adalah Achmad Kurniawan dan Kurnia Mega. Uniknya keduanya sama-sama berposisi sebagai penjaga gawang.
Achmad Kurniawan atau akrab disapa AK memiliki satu caps bersama timnas Indonesia di tahuh 2005. Prestasinya lebih banyak dikenal di level klub bersama Arema dan persik Kediri.
Di timnas, dia bersaing bersama kiper legendaris lainnya seperti Hendro Kartiko dan Markus Horison. Dibandingkan sang kakak, karir Kurnia Mega, sang adik, lebih bersinar saat membela timnas Indonesia.
Ia membela Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia, mulai dari U-19, U-21, U-23, hingga tim senior.
Dia turut mengantar timnas Indonesia menjadi runner up Piala AFF 2010, medali perak SEA Games 2011 bersama skuad U-23, dan runner up Piala AFF 2016.
Mega dikenal dengan penampilannya yang gesit dan memiliki refleks cepat. Dia pernah dinobatkan sebagai kiper terbaik Liga Indonesia 2009-2010.
8. Indra Kahfi Ardiyasa – Andritany Ardhiyasa
Baca Juga: Sate Gagak dan Malam Api, Kisah Pesugihan dari Timur Jawa
Indra Kahfi dan Andritany merupakan salah satu kakak beradik yang menggeluti sepak bola. Indra Kahfi merupakan pemain yang pernah memperkuat Bhayangkara FC. Posisinya sebagai bek tengah.
Di level klub menjadi bagian penting Bhayangkara FC saat menjuarai Liga 1 di musim 2016-2017. Di timnas Indonesia, dia tidak pernah mencatatkan caps meski sempat dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan.
Yang menarik, Indra Kahfi merupakan anggota Polri aktif berpangkat perwira. Dia pensiun dari lapangan hijau pada April 2025.
Berbeda dengan sang kakak, Andritany Ardhiyasa menempati posisi sebagai penjaga gawang. Namanya berkibar bersama Persija Jakarta.
Di timnas, Andritany pernah memperkuat timnas U-23 saat tampil di SEA Games. Debut di timnas senior terjadi pada tahun 2014 saat menjadi kiper utama di berbagai laga uji coba dan turnamen resmi.
Termasuk menjadi bagian skuad Piala AFF 2016 dan 2018. Dia mencatat lebih dari 20 penampilan untuk timnas Indonesia. Dia merupakan salah satu kiper lokal terbaik Indonesia di era 2010-an. (*)
Editor : Niklaas Andries