RADARBANYUWANGI.ID - Timnas Jepang akan menghadapi Indonesia pada laga terakhir putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan wajah yang sangat berbeda. Pelatih Hajime Moriyasu memutuskan untuk tidak membawa sejumlah nama besar yang selama ini menjadi pilar utama Samurai Biru.
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari rotasi dan pengujian pemain muda, mengingat Jepang sudah lebih dulu memastikan tiket ke babak selanjutnya.
Berikut tujuh nama kunci yang tidak dibawa dan mengapa absennya mereka tetap harus diwaspadai oleh Timnas Indonesia.
1. Kaoru Mitoma (Brighton & Hove Albion)
Winger eksplosif ini menjadi andalan Jepang sejak Piala Dunia 2022. Kecepatannya di sisi kiri kerap menjadi mimpi buruk bagi bek lawan. Mitoma tidak dipanggil dalam skuad kualifikasi kali ini.
Meski tidak diumumkan secara resmi alasannya, faktor kebugaran pasca-musim panjang di Premier League disebut jadi pertimbangan. Absennya Mitoma memang membuat sisi kiri Jepang sedikit melemah, namun juga membuka peluang bagi talenta muda untuk unjuk gigi.
2. Daichi Kamada (Lazio)
Gelandang kreatif yang biasa mengatur tempo permainan. Kamada tidak dipanggil meski dalam kondisi fit, karena Moriyasu memilih untuk memberi menit bermain kepada gelandang-gelandang muda dari J-League. Kamada adalah otak serangan Jepang di banyak pertandingan penting, dan tanpa dirinya, permainan Jepang bisa lebih vertikal dan cepat.
3. Takumi Minamino (AS Monaco)
Minamino adalah wajah familiar Timnas Jepang sejak bermain di Liverpool. Ia menjadi penyerang serba bisa yang dapat bermain sebagai winger atau second striker.
Tidak disertakannya Minamino adalah kejutan bagi sebagian penggemar, namun sesuai dengan tema "uji coba skuad" Moriyasu. Ketidakhadirannya justru membuat sektor serang Jepang lebih segar namun belum tentu lebih solid.
4. Daizen Maeda (Celtic FC)
Maeda dikenal karena kecepatannya menekan pertahanan lawan dari lini depan. Pemain ini tidak masuk daftar skuad karena alasan yang sama seperti Mitoma dan Minamino: memberi ruang kepada pemain muda. Tanpa Maeda, lini depan Jepang bisa kurang agresif saat pressing, tetapi juga lebih fleksibel secara taktik.
5. Takehiro Tomiyasu (Arsenal)
Bek serbaguna ini juga tidak dibawa dalam laga melawan Indonesia. Ia menjadi langganan starter di Piala Dunia dan Piala Asia, namun Moriyasu lebih memilih bek-bek domestik kali ini. Absennya Tomiyasu membuka ruang bagi pemain seperti Seiya Maikuma atau Yuta Nakayama untuk tampil di lini belakang.
6. Ritsu Doan (Freiburg)
Winger kanan dengan kecepatan dan insting gol tinggi ini menjadi senjata andalan Jepang di banyak laga. Doan juga tidak ada dalam daftar kali ini. Dengan absennya Doan, Jepang akan bertumpu pada pemain muda seperti Shunki Higashi atau Ryunosuke Sato untuk eksplorasi sisi sayap.
7. Ko Itakura (Borussia Mönchengladbach)
Bek tengah yang sangat tangguh ini juga tidak terlihat dalam daftar skuad. Absennya Itakura membuat pertahanan Jepang lebih muda dan berisiko, namun ini adalah ujian penting bagi kedalaman skuad mereka.
Apa Dampaknya untuk Indonesia?
Meski Jepang tampil tanpa nama-nama bintangnya, bukan berarti laga ini akan menjadi lebih mudah bagi Indonesia. Justru para pemain muda yang dipanggil dipenuhi motivasi dan semangat untuk merebut tempat di tim utama.
Hajime Moriyasu juga menegaskan bahwa laga melawan Indonesia tetap penting, karena dia ingin menutup fase grup dengan kemenangan.
Bagi Timnas Indonesia, absennya para pemain top ini bisa menjadi peluang. Tapi bila salah membaca situasi, justru bisa menjadi boomerang.
Tim pelapis Jepang tetap terlatih dalam sistem permainan yang sama, dan dalam banyak kasus, mereka justru tampil lebih agresif dan bertenaga.
Editor : Agung Sedana